Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi Kericuhan di Pos Penyekatan Jembatan Suramadu, Polisi sampai Tembakkan Gas Air Mata

Kericuhan kembali terjadi di pos penyekatan Jembatan Suramadu arah Surabaya, Selasa (22/6/2021) sekira pukul 04.30 WIB.

Tribun Madura/ Febrianto Ramadani
Penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya pasca kejadian kericuhan, Jumat (18/6/2021) 

"Sekelompok massa tiba-tiba datang ke pos penyekatan dan swab yang berada di pintu keluar Jembatan Suramadu arah Surabaya, pagi tadi, pukul 05.00 WIB," tulisnya.

"Beberapa oknum massa tersebut membawa petasan yang diarahkan ke petugas. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui adanya korban jiwa/luka. Dan kondisi kembali kondusif."

Baca juga: Pasca Kericuhan di Pos Penyekatan Suramadu, ini Langkah yang Dibuat Pemkot Surabaya

Baca juga: Fakta Viral Video Warga Minta Hasil Tes Swab Petugas di Perbatasan Suramadu, Polda Jatim Buka Suara

Kejadian Sebelumnya

Viral di media sosial video singkat yang memerlihatkan suasana ricuh pos penyekatan Suramadu Surabaya, Jumat (18/6/2021).

Dilansir TribunWow.com, dalam video tersebut, puluhan warga terlihat mengantre dan berteriak meminta KTP-nya dikembalikan oleh petugas administrasi penyekatan.

Tak berselang lama, warga pun merusak meja administrasi yang berisi tumpukan berkas tes antigen.

Untuk mengendalikan kericuhan, polisi dan TNI serta Satpol PP pun turun tangan.

Aparat keamanan mendorong mundur kerumunan warga dari meja administrasi.

Dalam video singkat itu, terdengar seorang warga berteriak dan menjelaskan kejadian yang tengah berlangsung.

"Swab di Surabaya kisruh, KTP hilang semua. Semua orang mencari KTP. Aparatnya kurang adil, kurang tegas," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/6/2021).

Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum langsung meninjau lokasi kejadian tak lama seusai video singkat tersebut viral.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Madura, Suramadu Disekat hingga IGD RSUD Bangkalan Ditutup Sementara

Slamet pun berusaha menenangkan warga.

"Saya minta warga bersabar dan menahan diri, yang kami lakukan bersama TNI dan Pemkot Surabaya ini untuk kebaikan kita semua dan untuk menyelamatkan warga Jatim," tutur Slamet.

Jika ada warga yang tidak bisa menunggu antrian tes swab antigen ini, kata Slamet, mereka diminta berbicara baik-baik kepada petugas.

Slamet menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi agar kejadian ini tak terulang lagi.

Halaman
123
Tags:
SuramaduSurabayaPolisiCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved