Wacana Presiden 3 Periode
Kata Pengamat tentang Wacana Jabatan Presiden 3 Periode yang di Sampaikan Qadari: Bisa Chaos
Salah satu pengamat politik, Ujang Komarudin mengatakan bahwa jika wacana jabatan presiden 3 periode benar diterapkan, maka bisa menimbulkan gaduh.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Sekali lagi kami menyampaikan walaupun saya sebagai pendukung Presiden Jokowi, Saya rasa wacara presiden tiga periode ini, sebagai alat untuk menjadi bahan diskusi itu menurut kami tidak masalah," tegas Immanuel.
Tetapi lain soal jika hal ini diterapkan.
Menurut Immanuel jabatan presiden hingga tiga periode ini justru akan menjadi bencana bagi demokrasi itu sendiri.
"Tapi ketika ini menjadi praktik politik untuk 2024 maka ini akan menjadi bencana buat demokrasi itu sendiri," pungkasnya.
Penolakan wacana presiden tiga periode juga datang dari relawan Jokowi yang tergabung dalam Arus Bawa Jokowi (ABJ).
Ketua Umum ABJ, Michael Umbas, mengatakan berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, presiden dan wakil presiden (wapres) memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.
Umbas mengatakan bahwa ada baiknya jika pihak yang membuat wacana jabatan presiden tiga periode tersebut untuk memahami konstitusi.
Menurut Umbas, Jokowi saat ini lebih memilih fokus bekerja di periode ke dua dan menangani pandemi Covid-19.
"Pak Jokowi sangat menghormati konstitusi," ujar Umbas dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com pada Minggu (20/6/2021).
Beliau memilih fokus bekerja di periode kedua, apalagi dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan belakangan ini,"
Menurut Umbas, wacana menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode, sangat tidak relevan digaungkan di tengah pandemi Covid-19.
Semestinya seluruh pihak bahu-membahu dalam menekan laju penyebaran Covid-19.
Sosok Qodari
Sosok Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, sedang ramai di Twitter, dalam tagar #TangkapQodari.
Hal tersebut lantaran dirinya dianggap telah melanggar konstitusi setelah menyerukan dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiga periode.