Breaking News:

Cerita Selebriti

KPI Tetap Hentikan Sementara Sinetron Zahra meski Pemain Sudah Diganti, Ini Alasannya

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tetap menghentikan sementara penayangan sinteron Suara Hati Istri: Zahra.

Editor: Lailatun Niqmah
Indosiar
Sinetron Zahra yang diperankan Lea Chiarachel. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tetap menghentikan sementara penayangan sinteron Suara Hati Istri: Zahra, meski pemeran Zahra sudah diganti. 

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tetap menghentikan sementara penayangan sinteron Suara Hati Istri: Zahra.

Diketahui, sinetron ini menuai kritik lantaran sosok Zahra yang diperankan oleh aktris berusia 15 tahun, yang masih duduk di bangku SMP, Lea Ciarachel.

Tuai banyak protes, pihak Indosiar akhirnya mengganti Lea Ciarachel dengan Hanna Kirana.

Unggahan KPI menyoroti polemik sinetron Suara Hati Istri: Zahra
Unggahan KPI menyoroti polemik sinetron Suara Hati Istri: Zahra (Instagram.com/@kpipusat)

Meski sudah ganti peran dengan artis yang memiliki KTP, sinetron Zahra masih tak lepas dari kekangan KPI.

Selain pemeran istri ketiga dalam sinetron tersebut yang masih di bawah umur, jalan cerita sinetron ini juga menuai polemik.

Setelah pertemuan antara KPI dengan pihak Indosiar, sinetron Zahra akan dihentikan sementara.

Melalui siaran pers pada Sabtu (5/6/2021), KPI menilai jika sinetron Zahra tidak sesuai dengan penggunaan klasifikasi usia.

Sinetron Zahra masuk dalam klasifikasi Remaja (R).

Sementara dalam isi sinetron, alur cerita menunjukkan kekerasan dalam rumah tangga dan romantisme suami istri yang berlebihan.

Terlebih pemeran utama yang masih berusia 15 tahun, dinilai berpotensi melanggar hak-hak anak.

Pihak KPI juga menyarankan untuk mengubah alur cerita atau menghentikan sinetron ini.

Menanggapi saran KPI, pihak Indosiar yang diwakili Direktur Program, Harsiwi Ahmad berkomitmen untuk mengubah jalan cerita dari sinetron Zahra.

Ia memahami masukan untuk KDRT dan romantisme dalam sinetron.

Namun Harsiwi mengelak jika sinetron ini mempromosikan pernikahan dini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved