Breaking News:

Terkini Daerah

Di Titik Nol KM Indonesia Sota Merauke, Ini Pesan Masyarakat Pancasila

Editor buku Masyarakat Pancasila, AM Putut Prabantoro bersama para tokoh di Titik Nol Kilometer Indonesia Bagian Timur, Sota, Merauke.

HO/TribunWow.com
Editor buku Masyarakat Pancasila, AM Putut Prabantoro, Alumnus Lemhannas PPSA XXI bersama para tokoh masyarakat di Titik Nol Kilometer Indonesia Bagian Timur, Sota, Merauke. Mereka adalah Kasrem 174/ARW Kolonel Arh Hamim Tohari, Kodim 1707/Merauke Mayor Inf. Abdul Hadi, Danramil 1707-16/Sota Mayor Inf Daniel Ngilawangi, Kadispotdirga Lanud J.A Dimara, Kadispotmar Lantamal XI Merauke, Kapolsek Sota AKP Makruf, Kadistrik Sota Yuliastri Karim, Kepala PLBN Sota Nih Luh Puspa. Ada juga Ketua Suku Kan 

TRIBUNWOW.COM - Pancasila adalah takdir Indonesia yang merupakan anugerah semata dari Yang Maha Kuasa.

Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia untuk memelihara Pancasila agar tidak hancur dan terus menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya agar senantiasa dihidupi oleh setiap generasi.

Demikian ditegaskan oleh editor buku Masyarakat Pancasila, AM Putut Prabantoro, Alumnus Lemhannas PPSA XXI.

Baca juga: Buntut Ribut dengan Anggota Kopassus, Markas Pemuda Pancasila Porak Poranda, Mobil Rusak Parah

Masyarakat Pancasila adalah judul buku terakhir yang ditulis oleh sesepuh TNI dan mantan Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, yang meninggal 16 Januari 2021.

Pernyataan AM Putut Prabantoro itu diungkapkan di hadapan para tokoh masyarakat penerima buku tersebut di Titik Nol Kilometer Indonesia Bagian Timur, Sota, Merauke.

Mereka adalah Kasrem 174/ARW Kolonel Arh Hamim Tohari, Kodim 1707/Merauke Mayor Inf. Abdul Hadi, Danramil 1707-16/Sota Mayor Inf Daniel Ngilawangi, Kadispotdirga Lanud J.A Dimara, Kadispotmar Lantamal XI Merauke, Kapolsek Sota AKP Makruf, Kadistrik Sota Yuliastri Karim, Kepala PLBN Sota Nih Luh Puspa.

Ada juga Ketua Suku Kanum Marthen Dhiken, Ketua Paguyuban Suku Bugis Daeng Jhon, Ketua Paguyuban Suku Jawa Kasno dan Ketua Paguyuban Suku Sunda Kastumi.

Baca juga: Viral Tarif Parkir Rp 20 Ribu di Malioboro, Dishub Yogyakarta dan Forpi Angkat Bicara

Menurut Putut Prabantoro, anugerah semata itu bisa diibaratkan ketika lahir, seseorang tidak bisa menentukan pilihan siapa orang tuanya, kaya atau miskin, dari suku mana, tempat kelahiran, kapan dilahirkan dan siapa saja saudaranya.

Anugerah semata karena seorang bayi hanya menerima apa yang diberikan Sang Pencipta tanpa bisa menolak.

“Seyogyanya, apa yang diterima sejak lahir, kita terima dengan penuh syukur. Itu adalah modal kehidupan kita hingga kelak kita harus berpulang. Kita harus pelihara modal kehidupan itu dengan penuh kesadaran dan kekuatan serta tidak mengijinkan siapapun merebut anugerah itu dari kehidupan kita. Toleransi, gotong royong, keberagaman, persatuan sebagai nilai luhur juga harus kita wariskan sebagai nilai-nilai yang abadi,” ujar Putut Prabantoro, yang juga Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) seperti keterangan tertulis yang diterima TribunWow.com, Selasa (1/6/2021).

Buku Masyarakat Pancasila pertama kali diluncurkan pada acara Buka Tahun Baru Bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia pada Januri 2019 di Gedung Dwi Warna Lemhannas dan diamanatkan untuk disebarkan ke seluruh Indonesia.

Baca juga: Kronologi Pria 24 Tahun Ditemukan Tewas di Samarinda, Polisi Duga Gegara Hirup Lem Karet

Pesan utama buku ini adalah dengan segala modal dan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia, pada tahun 2045 yakni 100 tahun kemerdekaan Indonesia akan terwujud Indonesia Raya.

Sebagai tindak lanjut dari amanat yang ditinggalkan, pada 19 Januari 2021 buku Masyarakat Pancasila dibawa keliling Indonesia Indonesia diawali dari Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang, Pulau We, Aceh.

Buku tersebut diterima oleh Pangdam Iskandar Muda, Aceh, Mayjen TNI Achmad Marzuki. Pada awal Maret 2021, buku tersebut dibagikan kepada tokoh masyarakat dan penjaga perbatasan di Long Bagun Kalimantan Timur, Long Ampung Kalimantan Utara, Titik U444 – Pos Penjagaan Indonesia dan Serawak dan kepada Bupati Kutai Barat Kalimantan Timur FX Yapan.

Penyerahan buku disaksikan dan didampingi Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
AM Putut PrabantoroBuku Masyarakat PancasilaPancasilaMeraukeTNI
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved