Breaking News:

TWK KPK

Pengakuan Pengajar Wawasan Kebangsaan Tak Lolos TWK, Siap Adu Debat dengan Firli: Kalau Kalah Mundur

Giri Suprapdiono menilai pertanyaan-pertanyaan seputar isu sensitif dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sangat keterlaluan.

Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Calon pimpinan KPK, Giri Suprapdiono saat menjawab pertanyaan saat mengikuti tes wawancara di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015). Terbaru, Giri menjadi satu dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos TWK, padahal ia adalah seorang pengajar wawasan kebangsaan, kini, Giri pun mengaku siap diadu debat dengan Firli Bahuri, Sabtu (29/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono buka suara setelah dinyatakan tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Diketahui, masuknya Giri dalam daftar 75 pegawai yang tak lolos TWK membuat sejumlah tokoh heran, pasalnya, ia adalah pengajar wawasan kebangsaan yang sudah malang-melintang jadi narasumber di berbagai sekolah, kampus hingga lembaga negara.

Tak hanya itu, Giri juga pernah menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik dalam pelatihan kepemimpinan nasional II angkatan XVII di LAN.

Baca juga: 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kompak Pilih Dipecat Dibanding Dibina: Ini Pelecehan dan Penghinaan

Pria yang sudah mengabdi 16 tahun di KPK itu pun mengaku ada yang janggal terkait tes TWK ini.

Apalagi, selain dirinya, tokoh-tokoh lain yang tak lolos TWK juga merupakan sosok penting dan sedang menangani kasus besar, mulai dari Korupsi Bantuan Sosial (Bansos) hingga kasus Harun Masiku.

Giri Menilai Pertanyaan TWK Sudah Keterlaluan

Giri Suprapdiono menilai pertanyaan-pertanyaan seputar isu sensitif dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sangat keterlaluan.

Giri sendiri mengetahui itu dari rekan-rekan yang saling bercerita soal pertanyaan tersebut.

"Yang membuat hati saya bergejolak adalah misalkan apakah Anda bersedia mencopot jilbab, itu menurut saya keterlaluan. Kemudian tidak bersedia, lalu Anda egois dong, tidak memikirkan negara. Ini keterlaluan menurut saya," kata Giri dalam diskusi Polemik Trijaya Dramaturgi KPK, Sabtu (8/5/2021).

Giri juga mengaku dapat info soal pertanyaan seputar kawin-cerai atau bahkan menikah-belum menikah, hingga ke seputaran ucapan natal kepada yang merayakan.

"Kebetulan yang ditanya keluarganya juga campuran, pluralisme. Jadi aman," tambahnya.

Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan itu tidak selayaknya tidak ditanyakan.

"Ini kan tes wawasan kebangsaan. Jadi kalau kecintaan kepada republik ini, kenapa dipertanyakan lagi. Kita menyelamatkan republik ini dari korupsi, kenapa dipertanyakan lagi?" tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya mengaku penasaran indikator apa yang membuat dirinya gagal dalam TWK.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved