Breaking News:

Terkini Nasional

Sederet Pertanyaan Seleksi TWK KPK, dari Pacaran, Agama, Kesediaan Lepas Jilbab, hingga Perceraian

Sejumlah pertanyaan sensitif dilontarkan penguji saat seleksi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Instagram @matanajwa
Pegawai Humas KPK, Ita Khoiriah dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021). Ita membeberkan pertanyaan aneh yang dilontarkan saat seleksi TWK pegawai KPK. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah pertanyaan sensitif dilontarkan penguji saat seleksi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir TribunWow.com, Pegawai Humas KPK, Ita Khoiriah bahkan sampai melaporkan kejadian itu kepada Komnas Perempuan.

Menurut Ita, banyak pertanyaan yang terlampau aneh dan sensitif yang dilontarkan penguji TWK.

Dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021), Ita pun membeberkan pengalaman tak mengenakkan saat menjalani TWK bersama pegawai KPK lain.

Presenter Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021). Najwa Shihab bereaksi saat mengetahui pegawai KPK diberhentikan saat tengah tangani kasus korupsi bansos.
Presenter Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, Rabu (26/5/2021).  Dalam acara itu, hadir pegawai KPK yang dinonaktifkan seusai tak lolos TWK. 

Baca juga: Raja OTT KPK yang Dinonaktifkan Ngaku Tahu Lokasi Harun Masiku, Najwa: SK Dicabut Langsung Tangkap?

Baca juga: Reaksi Nurul Ghufron Diwanti-wanti Eks Direktur KPK di Mata Najwa: Saya Khawatir, Anda Ini Diperalat

Video singkat pernyataan Ita diunggah dalam akun Instagram @matanajwa, Jumat (28/5/2021).

Sebelumnya, Ita merupakan satu di antara 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan seusai dianggap tak lolos seleksi TWK.

"Saya mengalami pertanyaan yang cukup aneh saat itu," kata Ita.

"Ditanya soal status pernikahan, terus ditanya apakah saya punya pacar atau tidak, kemudian lebih dalam lagi kalau pacaran ngapain aja."

Tak hanya soal asmara, Ita mengaku juga disinggung masalah aliran agama.

Ita mengatakan, ada sejumlah pegawai KPK lain yang mendapat pertanyaan yang lebih buruk darinya.

"Dan ditanya juga apa aliran agamanya, saat itu saya menjawab saya NU," ucap Ita.

"Ada pertanyaannya lagi, ikut organisasi apa?"

"Saya jelaskan semenjak saya masuk di KPK, saya harus melepaskan identitas organisasi mana pun."

Karena kejadian itu, Ita kemudian memilih melapor ke Komnas Perempuan.

Halaman
1234
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved