Breaking News:

Vaksin Covid

Hasil Studi Temukan Vaksin Covid-19 Mungkin Tak Efektif bagi Orang dengan Masalah Sistem Imun

Vaksin Covid-19 kemungkinan tidak bisa memberi perlindungan yang sangat efektif pada kelompok orang tertentu.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dokter puskesmas menyiapkan vaksin Covid-19 produk Sinovac untuk disuntikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Pelindung Hewan, Jalan Pelindung Hewan, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021). Vaksinasi Covid-19 kedua untuk tenaga kesehatan sudah mulai dilaksanakan secara bertahap, namun masih banyak tenaga kesehatan yang baru menjalani penyuntikan dosis pertama karena hambatan terkait database dan aplikasi. Terbaru, ilustrasi nakes di Singapura keliru menyuntikan vaksin Covid-19 5 dosis sekali 

TRIBUNWOW.COM - Covid-19'>Vaksin Covid-19 disebut penelitian kemungkinan tidak bisa memberi perlindungan yang sangat efektif pada kelompok orang tertentu.

Studi menemukan, bahwa orang dengan immunocompromised atau masalah sistem imun cenderung kurang mengembangkan kekebalan terhadap Virus Corona setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Bahkan sebelum peluncuran vaksin dimulai akhir tahun lalu, para ahli telah memperkirakan bahwa orang dengan sistem imun yang lemah akan kurang terlindungi oleh vaksinasi.

Baca juga: Kemenkes Pastikan Tetap Digunakan Vaksin AstraZeneca, Terbukti Efektif untuk Varian Baru Covid-19

Sudah diketahui bahwa Virus Corona dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan bertahan jauh lebih lama pada orang dengan gangguan kekebalan, berkat respons kekebalan yang lebih lemah yang dihasilkan untuk melawannya.

Melansir Gizmodo, respons imun yang lemah ini juga dapat membuat sistem imun yang tertekan lebih rentan terhadap infeksi ulang, yang dianggap jarang terjadi pada kebanyakan orang.

Tetapi, semakin bukti mulai menunjukkan gambaran tentang betapa kurang efektifnya kekebalan yang diberikan oleh vaksin bagi individu-individu ini.

Awal bulan Mei ini, misalnya, sebuah penelitian yang mengamati ratusan penerima transplantasi organ menemukan, bahwa hanya 15% yang memproduksi antibodi terhadap Virus Corona segera setelah dosis pertama vaksin mRNA diberikan.

Sementara pada dosis kedua, hanya 54% yang memproduksi antibodi Virus Corona.

Baca juga: Setelah 2 Hari Ikut Vaksinasi Covid-19, Pria Penderita Darah Tinggi Ini Ditemukan Meninggal di Kamar

Meski antibodi bukan satu-satunya indikator kekebalan, banyak penelitian lain menunjukkan bahwa sebagian besar orang, setelah infeksi atau vaksinasi, memang menciptakan antibodi dan memiliki kekebalan yang kuat, sehingga hasil ini tetap dianggap meresahkan.

Penerima transplantasi organ dan orang-orang dengan kondisi seperti kanker tertentu harus mengonsumsi obat penekan kekebalan atau perawatan seperti radiasi, yang secara artifisial melemahkan sistem kekebalan mereka.

Halaman
12
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved