Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel
Aurel Hermansyah Miris Baca Cerita Ibu yang Kehilangan Anak karena Penyakit Bawaan, Ingat Keguguran
Aurel Hermansyah miris dan terharu mendengar kisah pilu ibu yang kehilangan anaknya karena penyakit bawaan.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Selebriti Aurel Hermansyah terlihat miris dan sedih ketika membaca cerita soal ibu yang kehilangan anaknya.
Hal itu terlihat saat Aurel Hermansyah membaacakan curhatan dari warganet yang dikirimkan kepadanya perihal kehamilan.
Melalui YouTube Aurelie Hermansyah, seorang netizen berinisial T curhat tentang pengalamannya hamil dan melahirkan.

Baca juga: Aurel Hermansyah Terenyuh dengan Kisah Orang yang Belasan Tahun Belum Hamil: Itu Sedih Banget
Ia mengaku baru dikaruniai anak pertama setelah tujuh tahun menikah.
Sayangnya, kelahiran sang anak begitu memilukan lantaran mengidap menyakit bawaan yang parah.
"Aku menikah di usia 23 tahun, dan dikaruniai anak pertama waktu umur aku 30 tahun," ujar Aurel Hermansyah membacakan curhatan dikutip TribunWow.com, Selasa (25/5/2021).
"Tujuh tahun kami menunggu tapi anakku lahir dengan penyakit bawaan, jantungnya bocor, bronkopenemonia, dan hernia," jelasnya.
Sang ibu kemudian curhat bahwa bayinya tersebut hanya bertahan sampai usia 4 bulan dan 19 hari sebelum akhirnya meninggal dunia.
Sudah tentu hal itu membuat terpukul sang ibu dan suaminya.
"Ya Allah sedih banget, apa mungkin ibunya ini belum cek kali ya," kata Aurel.
Baca juga: Baca Curhatan Orang yang 8 Kali Keguguran, Aurel Hermansyah Bandingkan dengan Dirinya: Sudah Ikhlas
Baca juga: Aurel Hermansyah Kesakitan dengan Perlakuan Atta Halilintar, Anggota Badan sampai Memerah
Aurel sempat menilai bahwa sang ibu mungkin belum pernah mengecek kondisi bayinya saat di dalam kandungan.
Ia menyebut, bahwa saat ini sudah ada teknologi yang bisa melihat kondisi bayi sejak dari dalam kandungan meskipun di setiap rumah sakt belum tentu bisa.
"Tadinya bahagia, karena penantian kami selama 7 tahun jadi hancur sampai aku berpikir kenapa dikaruniai anak kalau harus diambil lagi," lanjut Aurel membacakan.
Kendati demikian, sang ibu dan suaminya berusaha tabah dan menerima.
Mereka mengambil sisi positif bahwa hal tersebut sudah digariskan demi kebaikan si bayi dan orangtuanya.