Virus Corona
Varian Baru Virus Corona di Malaysia Ditularkan oleh Anjing, Ahli Virologi Sebut Seharusnya Mustahil
Pakar virus menyebut seharusnya mustahil Virus Corona dari anjing bisa ditularkan ke manusia, namun kasus tersebut terjadi di Malaysia pada tahun 2017
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Dikutip TribunWow.com dari businesstoday.in, Sabtu (22/5/2021), temuan ini terdeteksi oleh ilmuan asal Institut Kesehatan Global Universitas Duke, Profesor Gregory Gray.
Sejak awal pandemi Covid-19 meledak, Profesor Gray melakukan sejumlah penelitian untuk mencari tahu apakah Covid-19 dapat menular dari hewan ke manusia.
Pada Kamis (20/5/2021), Profesor Gray dan timnya menemukan adanya kasus Virus Corona yang ditularkan dari anjing ke manusia.
Kasus ini ditemukan di Malaysia pada tahun 2017-2018 lalu.
Varian ini ditemukan pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala pneumonia.
Masih belum bisa dipastikan apakah varian baru Virus Corona ini memiliki tingkat bahaya yang sama dengan Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.
Namun dipastikan oleh Prof Gray dan timnya, virus ini tidak bisa memicu pandemi.
Diketahui sejak 2017 lalu, total ada delapan orang yang telah terinfeksi varian Virus Corona tipe ini.
Tujuh di antaranya adalah anak-anak, termasuk bayi lima bulan.
Total delapan pasien tersebut diketahui telah sembuh setelah menjalani perawatan dengan terapi oksigen.
Varian baru Virus Corona ini dinamakan CCoV-HuPn-2018.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Gray dan timnya, cara penularan virus ini mirip seperti SARS-CoV-2 yang ditularkan oleh kelelawar ke manusia.
Terkait hal ini, Profesor Gray menekankan betapa pentingnya untuk mengawasi penyebaran virus-virus dalam tubuh manusia.
"Patogen-patogen ini tidak menyebabkan pandemi dalam semalam, butuh waktu bertahun-tahun agar mereka (patogen) bisa beradaptasi terhadap sistem imun manusia dan menyebabkan infeksi, lalu semakin efisien untuk menularkan antar manusia," ujar Profesor Gray.
"Kita perlu mencari tahu sumber dari patogen tersebut dan mendeteksinya sejak awal," sambungnya.