Terkini Nasional
Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Terpecah, Kelompok Ali Kalora Diancam jika Serahkan Diri ke Polisi
Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terpecah, menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, dipimpin Ali Kalora dan kelompok kedua dipimpin Qatar
Penulis: Rido Rahmadani
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM – Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dikabarkan terpecah menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama, beranggotakan empat orang yang dipimpin oleh Ali Kalora.
Sedangkan Kelompok kedua beranggotakan lima orang dan dipimpin oleh Qatar.
Dilansir YouTube Kompas TV, Senin (24/5/2021), kelompok Qatar inilah yang sering melakukan teror dan pembunuhan kepada petani di Wilayah Lore, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Termasuk pembunuhan empat petani yang terjadi pada Selasa (11/5/2021) lalu di Desa Kalimago, dilakukan oleh kelompok Qatar.
Sementara itu, pentolan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora dan 3 Daftar Pencarian Orang (DPO), berencana menyerahkan diri ke Satgas Madago Raya.
Namun, sebelum Ali Kalora bersama 3 DPO menyerahkan diri, ia mendapatkan ancaman dari DPO lainnya yang dipimpin oleh kelompok Qatar.
Baca juga: Teroris Itu Kebetulan Namanya Munarman, Kompolnas: Bayangkan Kalau Tidak Cepat, Bom Sudah Ratusan
Hal itu disampaikan oleh Danrem 132 Tadulako Brigjend Farid Makruf saat konferensi pers, di mana ketika Ali Kalora menyerahkan diri keluarganya akan diancam.
“Ali Kalora, Ahmad Panjang, Rukli dan Suhardi itu yang orang Poso sebenarnya ingin menyerahkan,” kata Brigjend Farid Makruf.
“Cuman mereka selalu diancam oleh kelompok Qatar ini, 'Kalau kau nyerah keluargamu jadi sasaran'. Ini yang kami dengar dari simpatisan yang berhasil kita wawancarai,” tambahnya.
"Sekali lagi masyarakat Poso, jangan mau diadu domba oleh DPO yang bukan ornag Poso," tegasnya.
Berikut videonya:
Pembunuhan 4 Petani
Dikutip dari Kompas.com, keempat orang petani yang menjadi korban kekejaman kelompok teroris itu diketahui berinisial PP, LL, SM, dan MS yang tewas dibunuh kelompok MIT di Desa Kalemago, Lore Timur, Poso, Sulawesi Tengah.
Buntut dari penembakan kelompok Qatar CS, puluhan warga Poso menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mendatangi gedung DPRD Poso, Senin (17/5/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/polisi-menunjukkan-foto-dpo-kelompok-mit.jpg)