Breaking News:

Munarman Ditangkap

Teroris Itu Kebetulan Namanya Munarman, Kompolnas: Bayangkan Kalau Tidak Cepat, Bom Sudah Ratusan

Sekretaris Kompolnas Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto menanggapi penangkapan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Kompas.com/Muhammad Isa Bustomi
Mantan petinggi ormas FPI, Munarman saat tiba di Polda Metro Jaya usai ditangkap Densus 88 Antiteror di Perumahan Modern Hill, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sore. 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Kompolnas Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto menanggapi penangkapan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Jumat (30/4/2021).

Diketahui sebelumnya Munarman ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri atas dugaan keterlibatan aksi terorisme pada Selasa (27/4/2021) lalu.

Sekretaris Kompolnas Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto menanggapi penangkapan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Jumat (30/4/2021).
Sekretaris Kompolnas Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto menanggapi penangkapan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Jumat (30/4/2021). (Capture YouTube TvOne)

Baca juga: Permasalahkan Mata Munarman Ditutup, Fadli Zon pada Kapitra Ampera: Kan Anda Lawyer, Masa Gak Ngerti

Hal itu dibuktikan dengan kehadiran Munarman dalam baiat kelompok militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Makassar, Medan, dan Jakarta.

Bekto menjelaskan alasan Munarman sudah dapat dikategorikan sebagai terduga teroris meskipun hanya menghadiri baiat.

Ia menyinggung kebetulan saja sosok terduga teroris ini dikenal sebagai anggota FPI dan bernama Munarman.

"Saya memperkirakan, ini opini saya, Densus itu punya pengetahuan, pengalaman, dan alat bukti untuk menangkap teroris yang kebetulan namanya Munarman," kata Bekto Suprapto.

Terkait penangkapan Munarman yang begitu cepat, bahkan dengan mengabaikan permintaan terduga teroris tersebut, Bekto menjelaskan sudah sesuai dengan prosedur.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terduga teroris tiba-tiba menyerang balik.

Kalau pun seandainya ada pelanggaran prosedur, dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.

Baca juga: Bukti Munarman Terlibat Terorisme hingga Berkiblat ke ISIS Diungkap Kompolnas: Dia Tunduk dan Ikut

"Tidak bisa dibayangkan bagaimana Densus itu dalam pengalamannya waktu menangkap orang, tiba-tiba orangnya menembak, tiba-tiba orangnya melempar bom," kata Bekto.

"Itu semua diantisipasi dengan SOP," lanjutnya.

"Nanti diuji ini (SOP-nya sudah sesuai) di pengadilan yang menentukan," jelas dia.

Selanjutnya, Bekto menjelaskan dirinya tidak dapat menyebut apakah Munarman bersalah atau tidak.

"Menentukan orang yang bersalah bukan Densus, menentukan orang yang bersalah bukan Pak Bekto, tapi hakim di pengadilan," jelas purnawirawan polisi ini.

Terkait label terduga teroris yang disematkan pada Munarman, Bekto menyebut hal itu dilihat dari alat bukti yang tersedia.

Selain itu, Bekto menilai seharusnya sudah masyarakat bersyukur Densus 88 bergerak cepat mengamankan terduga teroris.

"Terlalu cepat (memberi label teroris) itu kaitannya dengan alat bukti. Alat bukti yang dimiliki apa?" singgung Bekto.

"Kita harus bersyukur Densus sudah proaktif karena melaksanakan program Kapolri yang namanya Presisi," katanya.

"Bisa dibayangkan bulan lalu kalau Densus tidak cepat itu bom sudah jadi ratusan jumlahnya," tambah dia.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved