Viral Medsos
Fakta Viral Foto Inovasi Tempe Indomie, Ternyata Eksperimen Awal di Amerika dan Sudah Ada sejak 2016
Beberapa hari belakangan ini, sosial media ramai memperbincangkan tentang kemunculan inovasi tempe yang terbuat dari Indomie.
Editor: Claudia Noventa
Tempe mi viral setelah pertama kali diunggah oleh akun @tempemovement.

Baca juga: Viral Pria Panik Motor Tak Kunjung Nyala setelah Makan Bakso, Ternyata Tertukar Motor Pembeli Lain
Baca juga: Fakta Viral Muda-mudi Mesum di Pemandian Cikoromoy, Buat Bupati Malu hingga Ancaman untuk Pengelola
Meski viral di tahun 2021 ini, ternyata tempe mi sudah pernah dibuat 5 tahun lalu.
Co Founder Tempe Movement Driando Ahnan menjelaskan lebih lanjut terkait tempe mi instan buatannya.
Eksperimen Membuat Tempe di Amerika
"Awalnya saya bereksperimen di dapur di Amerika. Di dapur ini saya coba bikin tempe dari berbagai macam kacang-kacangan pada tahun 2016-2017," tutur Driando Ahnan, Co Founder Tempe Movement kepada Kompas.com, Rabu (19/5/2021).
Setelah mengganti kacang kedelai dengan beberapa jenis kacang lain untuk membuat tempe, Driando berpikir bahwa bahan lain dengan tingkat kelembaban yang mirip seperti kedelai juga bisa dijadikan bahan baku tempe.
Hal tersebut kemudian menggugah dirinya untuk membeli mi di salah satu toko Asia yang ada di Amerika dan mencoba membuat tempe mi.
Menurut Driando, tempe mi memiliki ketahanan simpan yang lebih lama dibandingkan tempe yang terbuat dari kacang kedelai.
Tidak hanya mi instan, bumbunya juga turut digunakan.
Setelah mi selesai difermentasi menggunakan ragi, tempe akan diiris dan dibaluri bumbu mi instan. Selanjutnya, tempe bisa diolah dengan metode goreng.
Driando menemukan bahwa inovasi tempe mi ternyata sudah pernah ditulis dalam sebuah buku pada tahun 1980-an oleh William Shurtlef.
"Ini bukan hal baru, tapi orang gatau gitu ya," kata Driando.
Baca juga: Fakta Viral Satpol PP Tendang Kursi saat Razia, Begini Nasibnya setelah Diketahui Walkot Singkawang
Workshop Membuat Tempe dari Berbagai Bahan
Setelah kembali ke Indonesia dari negeri Paman Sam tersebut, Driando membuat workshop melalui Tempe Movement.
Menurutnya, workshop tentang tempe mi adalah hal yang tidak biasa.