Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Meski Tuai Kecaman Dunia, PM Israel Nyatakan Bakal Tetap Bombardir Jalur Gaza dengan Kekuatan Penuh

Otoritas kesehatan di Gaza menuturkan serangan udara Israel di Kota Gaza telah meratakan tiga bangunan dan menewaskan sekira 42 orang pada Minggu pagi

Editor: Lailatun Niqmah
AFP/MENAHEM KAHANA
PM Israel Benjamin Netanyahu. Meski mendapat kecaman dari dunia internasional, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya tak akan menghentikan pengeboman mematikan di jalur Gaza. 

TRIBUNWOW.COM - Meski mendapat kecaman dari dunia internasional, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya tak akan menghentikan pengeboman mematikan di jalur Gaza.

Bahkan, ia menyatakan serangan udara Israel di Gaza akan dilakukan dengan "kukuatan penuh" dan "memakan waktu"

Hal ini disampaikan oleh Benjamin Netanyahu dalam pidato uang disiarkan televisi, Minggu (16/5/2021).

Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press.
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. (MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

Baca juga: Hamas Utarakan Kesiapan Gencatan Senjata dengan Israel, Analis: Telah Mencapai Tujuan Utamanya

Dilansir Al Jazeera, Netanyahu menambahkan bahwa Israel "ingin menagih harga yang mahal" dari para penguasa Hamas di Gaza.

Otoritas kesehatan di Gaza menuturkan serangan udara Israel di Kota Gaza telah meratakan tiga bangunan dan menewaskan sekira 42 orang pada Minggu pagi (16/5/2021).

Konflik ini menandai pertempuran terburuk sejak perang 2014 yang menghancurkan di Gaza.

Serangan udara menghantam jalan pusat kota yang sibuk dwn bangunan tempat tinggal dan etalase toko selama lima menit tepat setelah tengah malam, dua bangunan yang berdekatan serta satu lagi berjarak sekira 50 meter dari jalan dilaporkan hancur.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 16 wanita dan 10 anak termasuk di antara mereka yang tewas, dengan lebih dari 50 orang terluka, dan upaya penyelamatan masih dilakukan.

Rumah Pemimpin Tertinggi Hamas Dihancurkan

Sebelumnya, militer Israel mengatakan telah menghancurkan rumah pemimpin tertinggi Hamas di Gaza, Yahiyeh Sinwar, dalam serangan terpisah di kota selatan Khan Younis.

Israel tampaknya telah meningkatkan serangan udara dalam beberapa hari terakhir untuk menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin pada Hamas saat mediator internasional bekerja untuk mengakhiri pertempuran.

"Sekira 192 orang telah tewas dan 1.200 lainnya luka-luka di sana sejauh ini," kata Kementerian Kesehatan Gaza.

Roket yang ditembakkan ke Israel oleh kelompok Palestina di Gaza, termasuk Hamas dan Jihad Islam, telah menewaskan 10 orang Israel.

Baca juga: Alasan Palestina Tak Punya Tentara meski Terus Diserang Israel hingga Belum Diakui sebagai Negara

Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021.
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. (MAHMUD HAMS / AFP)

Media Menjadi Sasaran

Netanyahu menolak rentetan kritik terhadap pemboman Israel terhadap gedung bertingkat tinggi yang menampung kantor media asing, termasuk Al Jazeera, di Gaza.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Konflik Palestina Vs IsraelIsraelPalestinaGazaBenjamin Netanyahu
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved