Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Utarakan Kesiapan Gencatan Senjata dengan Israel, Analis: Telah Mencapai Tujuan Utamanya

Lewat Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhael Bogdanov, kelompok Hamas mengutarakan kesiapannya gencatan senjata dengan Israel.

AFP/ Mohammed Abed
Saat Iron Dome membendung tembakan roket Hamas Palestina yang diluncurkan ke Israel sebagai serangan balasan atas gempuran udara negara itu, Rabu (12/5/2021). Konflik Palestina dan Israel kembali meningkat. 

TRIBUNWOW.COM - Lewat Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhael Bogdanov, kelompok Hamas mengutarakan kesiapannya gencatan senjata dengan Israel.

Wakil Kepala Politik Hamas, Moussa Abu Marzouk, dalam teleponnya ke Bogdanov, mengatakan organisasinya bersedia menghentikan tindakan militer apa pun terhadap Israel atas dasar timbal balik.

Komunitas internasional juga harus memberikan tekanan yang diperlukan di pihak Israel untuk menekan tindakan militer di negara itu dan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Baca juga: Kata Pengamat soal Konflik Israel-Palestina 2021, Singgung Duel Kepentingan Hamas dan Netanyahu

Analis Senior Haviv Rettig Gur, lewat kolomnya di media Time of Israel, Minggu (16/5/2021) menilai kesiapan Hamas melakukan gencatan senjata bukan karena takut.

“Sebaliknya, (mereka) telah mencapai tujuan strategis utamanya dari pertempuran, untuk mengesampingkan Fatah dan menjadi kekuatan utama gerakan nasional Palestina,” tulis Gur.

Menurut Gur, sementara semua mata tertuju pada Gaza, Gaza hanyalah setengah dari cerita konflik. Kelompok itu melepaskan tembakan roket besar pertamanya pada Senin (10/5/2021).

Harapan mereka, akan terjadi pertukaran (tempur) yang cepat dan menentukan.

Tapi juga akan menyeret Gaza yang terkepung ke dalam perang (seperti) Hizbullah (Lebanon) berikutnya.

“Jadi, dalam panggilan telepon Rabu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov, Wakil Kepala Politik Hamas Moussa Abu Marzouk tampaknya cukup eksplisit,” tulis Gur, Minggu.

Sehari sebelumnya, pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan kemenangan dalam pertempuran terbaru mereka.

"Kami telah meraih kemenangan dalam pertempuran untuk Yerusalem, pertahanan Yerusalem," kata Haniyeh.

Bagi mereka yang belum terbiasa dengan nuansa retoris organisasi seperti Hamas, menyatakan kemenangan pada hari kedua dari apa yang jelas akan menjadi pertengkaran yang lebih lama.

Lebih menyakitkan lagi, merupakan permintaan eksplisit untuk mengakhiri pertempuran.

Namun jika analis intelijen Israel yang mendengarkan pidatonya melewatkan intinya, Haniyeh bersusah payah menambahkan, "Hamas siap untuk semua skenario, baik eskalasi atau gencatan senjata."

Baca juga: Konflik Israel-Palestina, Menlu Arab Saudi, Mesir, dan Kuwait Serukan Gencatan Senjata Segera

Dampak Negatif Konflik Terbuka Bagi Jalur Gaza

Setelah kemenangan politik awalnya dalam satu atau dua hari pertama pertempuran, setiap hari setelahnya menaikkan biaya untuk Hamas.

Dengan setiap bangunan dihancurkan di Gaza, Hamas menjadi lebih rentan terhadap tuduhan yang dilontarkan orang-orang Palestina dalam konflik sebelumnya.

Mereka (Hamas) sekali lagi menyeret wilayah yang terkepung ke dalam petualangan militer lain untuk melayani kepentingan sempitnya sendiri.

Hamas mengambil risiko pada Senin ketika meluncurkan tembakan roket besar-besaran pertama ke kota-kota Israel.

Mereka mungkin melihat kesempatan untuk mengesampingkan Fatah yang lemah dan menjadi pembela utama Al-Aqsa dalam wacana Palestina, dan tidak bisa menahan godaan itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved