Breaking News:

Terkini Daerah

Kakek di Kuningan Bunuh Diri Lompat ke Sumur Sedalam 12 Meter, Kerap Marah saat Dikasihani Warga

Disebut mengalami gangguan kejiwaan, kakek 60 tahun yang bunuh diri lompat ke sumur menunjukkan perilaku tak wajar semasa hidupnya.

Istimewa via TribunCirebon.com
Petugas BPBD Kuningan saat lakukan evakuasi korban yang masuk sumur di Dusun Cireja, Kecamatan Cidahu, Sabtu (15/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Diduga stres karena penyakitnya tak kunjung sembuh, Opan Rasipan (60) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara loncat ke dalam sumur sedalam 12 meter.

Kasus bunuh diri tersebut terjadi di Desa Cihideunghilir, Kecamatan Cidahu, Kuningan Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021) malam.

Berdasarkan keterangan dari kepala desa (kades) setempat, korban kerap marah ketika dirinya dikasihani diberi bantuan oleh warga.

Ilustrasi kakek 60 tahun bunuh diri dengan cara terjun ke sumur sedalam 12 meter, di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021).
Ilustrasi kakek 60 tahun bunuh diri dengan cara terjun ke sumur sedalam 12 meter, di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021). (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Baca juga: Sosok Ayah yang Bacok Anak karena Rebutan Motor, Disebut Warga Alami Gangguan Mental

Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Cihideung hilir, Dede Agus Sugara.

Dede mengatakan, korban memiliki gangguan mental dan hidup sendirian.

"Iya korban merupakan warga kami yang kurang, kami dari pemerintah desa sudah makismal memberikan perhatian terhadap korban sewaktu hidup," ungkap Dede saat dihubungi, Minggu (16/5/2021).

Dede mengatakan, korban sehari-hari hidup sendiri, sementara anak-anak korban tinggal di rumah yang berbeda.

Ia menambahkan, korban semasa hidupnya kerap marah-marah dan memberontak saat diberi bantuan makanan oleh warga sekitar.

"Ya soal berontak itu emang sering terjadi kalau ada yang kasih makan dan menghampiri rumah korban," ungkap Dede.

Dede juga menyampaikan, korban memiliki kebiasaan untuk tinggal di tempat yang gelap dan tak mau ada penerangan.

"Ya kalau kebiasaan korban itu rumahnya suka gelap gak mau dikasih penerangan," jelas Dede.

Baca juga: Viral Video Maling Motor Diamuk Massa, Ramai-ramai Digotong Warga lalu Dilempar ke Selokan

Suara dari TKP

Berdasarkan keterangan tetangga korban Lina (30), korban diketahui berada di sumur pada Sabtu (15/5/2021) sekira pukul 18.00 WIB.

Pada saat itu Lina mengaku mendengar suara tak wajar dari arah sumur tempat korban lompat.

"Tadi pas hendak waktu Magrib dengar suara yang tak biasa itu keluar dari dalam sumur," ungkap Lina.

Baca juga: Ibu 2 Anak Tabrakkan Diri ke Kereta Api, Korban Pernah Positif Covid hingga 2 Kali Gagal Bunuh Diri

Berdasarkan informasi dari saksi, korban diduga nekat bunuh diri karena menderita penyakit yang tak sembuh-sembuh.

"Dari keterangan saksi, korban meninggal diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat sakit yang tak kunjung sembuh," ujar Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, M Khadafi Mufti, Sabtu (15/5/2021).

Khadafi menambahkan, saksi juga melihat korban sempat mencari racun tikus sekira pukul 14.00 WIB.

"Lalu pada pukul 18:00 WIB, saksi mendengar suara sesuatu jatuh ke sumur. Saksi kemudian mengetahui ada orang tercebur ke dalam sumur dan Ia lalu meminta bantuan ke Kadus Cireja, Bapak Didi Rosidi dan warga sekitar untuk membantu menolong korban," ungkap Khadafi. 

DISCLAIMER:

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved