Viral Medsos
Fakta Viral Video Seorang Pria Jadi Amukan Massa hingga Dilemparkan ke Saluran Air, Diduga Maling
Diketahui, bahwa pria tersebut sempat menjadi sasaran amukan massa setelah diduga maling motor.
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Viral di media sosial sebuah video yang menampilkan beberapa warga yang terlihat menceburkan seorang pria ke saluran air.
Diketahui pula, bahwa pria tersebut sempat menjadi sasaran amukan massa setelah diduga maling motor.
Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Pancalang, Kuningan, Jawa Barat.
“Informasi maling motor digebuk massa hingga terlihat seperti ini," kata Jujun, seorang warga di Kacamatan Pancalang, yang mendapat kiriman video tersebut melalui grup Whatsapp, Minggu (15/5/2021).
Jujun mengaku tidak mengetahui alur cerita dalam video tersebut.
Baca juga: Viral Wanita Ngamuk saat Diminta Putar Balik, Ngaku Mau Layat ke Anyer tapi Tak Bisa Kasih Bukti
Baca juga: Fakta Viral Kondisi Perahu Kelebihan Muatan sebelum Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Ini Kata Basarnas
Namun, dalam video itu, ada orang yang di krangkeng warga di pematang sawah lalu diceburkan ke saluran air.
“Iya coba saja lihat, itu malingnya di gotong sama banyak orang lalu dilempar ke sungai begitu,” katanya.
Menurutnya, video viral terduga maling itu ada dua.
“Ada dua video yang ramai sekarang ini di masyarakat. Satunya video di lokasi persawahan dan satunya video aksi polisi mengamankan pelaku tadi,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun, video berdurasi 41 detik itu merupakan rekaman kejadian di sekitar areal persawahan Desa Sarewu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan.
Kepala Desa Sarewu, Ade Supriayadi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (15/5/2021) siang.
“Iya, itu video maling diamuk massa itu terjadi kemarin,” ujar Ade saat dihubungi ponselnya, Minggu (15/5/2021).
Baca juga: Fakta Viral Video Babi Pakai Masker Terbaring di Atas Ranjang, Warga Sempat Dengar Suara Dengkuran
Ia mengatakan terduga maling itu menjadi sasaran amuk massa setelah ketahuan ingin mengambil motornya yang terparkir di lingkungan sebuah sekolah dasar negeri (SDN) di desa itu.
Saat itu, Ade Supriyadi mengurus tanaman bengkuang.
"Kebetulan waktu itu sedang bersih–bersih saluran air untuk pasokan lahan pertanian saya." katanya.