Terkini Daerah
Pembubaran Organ Tunggal di Lampung Berakhir Ricuh, Diwarnai Tembakan Peringatan dan Lemparan Batu
Proses pembubaran hiburan organ tunggal di Lampung diwarnai lemparan batu dan tembakan peringatan.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Proses pembubaran hiburan organ tunggal di Pekon Karang Agung Kecamatan Semaka, Tanggamus, Lampung diwarnai lemparan batu dan tembakan peringatan.
Menurut Ardi salah satu warga, dalam proses pembubaran aparat hukum beberapa kali menembakkan senjata ke udara.
Sebab massa yang ada di lokasi itu sangat ramai.
Baca juga: Iran Bantu Hamas Kembangkan Rudal Mematikan untuk Lawan Israel, Telah Berkembang selama 5 Tahun
"Beberapa tembakan saja ke udara, habis kalau tidak seperti itu tidak bubar karena banyak sekali masyarakat yang kumpul," ujar Ardi.
Ia juga mengaku, saat pembubaran itu ada yang melempar batu dan mengenai warga lainnya.
Namun perlemparan hanya satu atau dua kali.
Baca juga: Detik-detik Pria di Sukabumi Bunuh Guru Honorer, Gara-gara Utang Piutang CPNS, Sempat Kabur ke Hutan
Kemungkinan itu dilakukan karena ungkapan kekecewaan acara dibubarkan.
"Kalau yang melempar tidak tahu, mungkin orang yang tidak puas saja, terus langsung kabur, hilang," ujar Ardi.
Ia mengaku, memang acara sudah termasuk berlebihan dari segi jumlah yang hadir sampai dijumpai orang yang diduga mabuk-mabukan.
Pihak kecamatan dan anggota dewan juga sudah melakukan upaya dialog agar acara dibubarkan.
Tapi itu tidak digubris dan akhirnya diambil tindakan tegas.
Baca juga: Ibu Tewas dalam Kondisi Peluk 2 Anaknya, Korban Sempat Pamer Foto sebelum Insiden Perahu Terbalik
Menurut Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, selama pembubaran personel gabungan tidak ada yang menjadi korban.
"Namun satu orang masyarakat kepalanya berdarah akibat lemparan batu yang dilakukan massa pada saat upaya pembubaran," ujar Oni. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Tembakan Peringatan dan Lemparan Batu Warnai Pembubaran Organ Tunggal di Tanggamus Lampung