Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Tetap Siaran di Tengah Serangan Roket Israel, Keberanian Reporter Wanita Ini Dipuji Warganet

Reporter wanita dari Al Jazeera terus melakukan siaran di Gaza meski sempat ketakutan dihujani serangan roket dari Israel.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Guardian News
Jurnalis dari Al Jazeera, Youmna Al Sayed melakukan siaran langsung di Gaza, Palestina, di tengah serangan roket Israel, ditayangkan di YouTube Guardian News, Kamis (13/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Hingga Jumat (14/5/2021), berdasarkan laporan dari Aljazeera.com, korban jiwa di jalur Gaza, Palestina akibat serangan Israel telah mencapai 119 orang.

Dari 119 korban, 31 di antaranya adalah anak-anak, dan lebih dari 830 orang lainnya mengalami luka-luka sejak serangan Israel yang terjadi pada Senin (10/5/2021).

Detik-detik serangan langsung Israel sempat terekam oleh reporter dari kantor berita Al Jazeera yang melakukan siaran langsung di Gaza.

Jurnalis dari Al Jazeera, Youmna Al Sayed melakukan siaran langsung di Gaza, Palestina, di tengah serangan roket Israel, ditayangkan di YouTube Guardian News, Kamis (13/5/2021).
Jurnalis dari Al Jazeera, Youmna Al Sayed melakukan siaran langsung di Gaza, Palestina, di tengah serangan roket Israel, ditayangkan di YouTube Guardian News, Kamis (13/5/2021). (YouTube Guardian News)

Baca juga: Siapa Hamas? Kelompok Islam Palestina yang Luncurkan Serangan Roket Lawan Israel

Rekaman itu diunggah lewat akun YouTube Guardian News, Kamis (13/5/2021).

Pada video itu nampak jurnalis wanita dari Al Jazeera, bernama Youmna Al Sayed melakukan siaran langsung di tengah-tengah Kota Gaza.

Dalam siaran langsung itu terdengar jelas suara ledakan roket yang ditembakkan oleh Israel ke Gaza.

"As you can hear now, the raids are directly targetting the tower, just a while ago as well (seperti yang baru saja Anda dengar, serangan menargetkan langsung bangunan, seperti yang barusan saja terjadi)," ujar Youmna Al Sayed.

Hanya dalam selang waktu beberapa detik, terdengar suara ledakkan yang lebih keras dari sebelumnya.

Ledakkan tersebut ternyata berasal dari roket yang menghantam gedung tepat di depan tempat Youmna Al Sayed melakukan siaran.

"Oh my god, yes i need to go down (Ya Tuhan, saya perlu segera berlindung)," kata dia.

Kemudian terdengar suara panik dan takut dari Youmna Al Sayed.

Pada saat Youmna Al Sayed berlindung, terdengar kembali suara dua ledakan besar.

Kendati demikian, Youmna Al Sayed dan timnya masih terus melakukan siaran lalu mengarahkan kamera ke arah berlawanan untuk merekam situasi gedung di Gaza setelah dihantam roket Israel.

"We going to direct the camera now towards the explosions (kami akan mengarahkan kamera ke arah ledakan)," kata dia.

Kemudian nampak jelas sebuah gedung yang jadi sasaran roket Israel nampak hancur.

Masih terlihat asap bekas ledakan berwarna hitam pekat membumbung tinggi ke atas.

"As you can see, i was standing right opposite to it, where i was talking to you (seperti yang dapat Anda lihat, saya berdiri tepat di seberang bangunan itu ketika saya menyiarkan kepada Anda)," jelas Youmna Al Sayed.

Berdasarkan laporan dari Youmna Al Sayed, gedung itu masih belum hancur total sehingga diperkirakan akan ada serangan susulan dari Israel.

Pada saat siaran langsung itu total terjadi empat serangan, yang mana tiga di antaranya terjadi sangat dekat dengan tempat Youmna Al Sayed melakukan siaran.

Keberanian Youmna Al Sayed dan timnya yang terus melakukan siaran menuai pujian dari banyak warganet yang membanjiri kolom komentar kanal YouTube Guardian News.

Berikut terjemahan dari sejumlah komentar warganet yang ditulis dalam bahasa Inggris:

"Anda jurnalis sangat berani, doa dari saya untuk keselamatan Anda," ujar akun @Daniel_rdm.

"Dia melakukan tugas yang baik tetap tenang dalam situasi seperti itu, salut kepada sang jurnalis dan kru kamera," tulis @jacob sharry b.

"Saya kagum melihat para jurnalis itu! Sangat berani, berdedikasi, dan keren," ujar @Catherine Moore.

"Dukungan untuk Anda para jurnalis muda yang sangat berani berada langsung di situasi seperti itu dan melaporkannya. Anda melakukan tugas yang sangat hebat," kata @sh sh Haliti health and beauty chanel world new.

"Wow, kita dapat melihat sebuah dedikasi di sini," kata @Cleeon Virlief.

"Tetap hati-hati tim media, terima kasih atas keberanian Anda," ujar @Rendel Carpio.

Baca juga: Aktris Palestina Maisa Abd Elhadi Tertembak Polisi Israel, Pesannya Viral: Saya akan Sembuh

Simak videonya:

Gaza Jadi Saksi Idul Fitri Berdarah

Serangan Israel terhadap warga Palestina yang ada di Jalur Gaza terus berlangsung.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diketahui dari laporan Al Jazeera, Kamis (13/5/2021).

Laporan berjudul Gaza Jadi Saksi Idul Fitri Berdarah itu menyebutkan warga Palestina terbangun pada Kamis lalu untuk merayakan Idul Fitri di tengah bombardir yang tak kunjung usai dari Israel.

Baca juga: Kumpulan Video Bukti Kekerasan Israel pada Palestina, Belasan Anak-anak Jadi Korban Kekejaman

Pengeboman terus dilakukan terhadap Jalur Gaza hingga Kamis pagi sementara Israel meluncurkan serangan udara di sejumlah tempat.

"Sebagian besar Gaza terus waspada," kata warga setempat.

"Dari waktu ke waktu kami terus mendengar ledakan dan bangunan bergetar."

Seorang pria Israel memeriksa kondisi bangunan rumahnya setelah serangan roket dari Hamas di Jalur Gaza, di tengah Kota Petah Tikva, Israel, Kamis (13/5/2021).
Seorang pria Israel memeriksa kondisi bangunan rumahnya setelah serangan roket dari Hamas di Jalur Gaza, di tengah Kota Petah Tikva, Israel, Kamis (13/5/2021). (AFP/Gil Cohen-Magen)

Perdana Menteri Israel Benjamen Netanyahu menanggapi pertikaian itu dengan berbeda.

Dikutip dari The New York Times, ketike Netanyahu mengunjungi Kota Lod, ia menyebutkan kekerasan di sana muncul akibat para perusuh, sehingga Pasukan Pertahanan Israel harus mengambil tindakan.

Diketahui warga di kota Lod adalah campuran antara Arab dengan Yahudi.

Baca juga: Turki Tegaskan pada Rusia bahwa Israel Harus Diberi Pelajaran, Ini Pesan Erdogan pada Vladimir Putin

Perusuh yang dimaksud Netanyahu adalah para pendemo yang berunjuk rasa di Masjid Al-Aqsa karena kediaman mereka akan digusur.

Sejak saat itu, Pasukan Pertahanan Israel terus ditambah hingga 7.000 orang.

"Tidak ada ancaman lebih besar dibandingkan pada perusuh ini, dan sangat penting untuk kembali menegakkan hukum di sini," tegas Netanyahu.

Netanyahu juga mengizinkan penggunaan meriam air dan penangkapan administratif untuk mengontrol para pendemo.

Aparat keamanan lalu mengetatkan sejumlah aturan, termasuk menerapkan jam malam mulai dari pukul 17.00 waktu setempat. (TribunWow.com/Anung/Brigitta)

Baca berita lainnya terkait Konflik Palestina Vs Israel

Sumber: TribunWow.com
Tags:
PalestinaIsraelKonflik Palestina Vs IsraelGaza
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved