Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Komandan Hamas Tewas, PM Israel: Kami akan Serang seperti yang Tak Pernah Dibayangkan Sebelumnya

Jumlah kematian di Jalur Gaza terus meningkat seiring dengan konflik berkepanjangan antara Palestina dengan Israel.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AFP/Menahem KAHANA
Pasukan Israel membombardir Jalur Gaza dari posisi mereka di sebelah selatan Kota Sderot, Israel, Kamis (13/5/2021). 

Sebelumnya serangan yang muncul setelah Hamas menyampaikan ultimatum pada Senin (10/5/2021) yang menuntut Israel menarik pasukan kemanannya dari Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem setelah terjadi bentrok dengan Palestina.

Pada Senin tersebut terjadi tiga kali serangan berturut-turut terhadap situs paling suci milik umat Muslim.

Serangan dilakukan dengan menambakkan peluru berlapis karet, granat kejut, dan gas air mata kepada jemaah Palestina menjelang akhir bulan suci Ramadan.

Gaza Jadi Saksi Idul Fitri Berdarah

Serangan Israel terhadap warga Palestina yang ada di Jalur Gaza terus berlangsung.

Dilansir TribunWow.com, hal itu diketahui dari laporan Al Jazeera, Kamis (13/5/2021).

Laporan berjudul Gaza Jadi Saksi Idul Fitri Berdarah itu menyebutkan warga Palestina terbangun pada Kamis lalu untuk merayakan Idul Fitri di tengah bombardir yang tak kunjung usai dari Israel.

Baca juga: Kumpulan Video Bukti Kekerasan Israel pada Palestina, Belasan Anak-anak Jadi Korban Kekejaman

Pengeboman terus dilakukan terhadap Jalur Gaza hingga Kamis pagi sementara Israel meluncurkan serangan udara di sejumlah tempat.

"Sebagian besar Gaza terus waspada," kata warga setempat.

"Dari waktu ke waktu kami terus mendengar ledakan dan bangunan bergetar."

Seorang pria Israel memeriksa kondisi bangunan rumahnya setelah serangan roket dari Hamas di Jalur Gaza, di tengah Kota Petah Tikva, Israel, Kamis (13/5/2021).
Seorang pria Israel memeriksa kondisi bangunan rumahnya setelah serangan roket dari Hamas di Jalur Gaza, di tengah Kota Petah Tikva, Israel, Kamis (13/5/2021). (AFP/Gil Cohen-Magen)

Perdana Menteri Israel Benjamen Netanyahu menanggapi pertikaian itu dengan berbeda.

Dikutip dari The New York Times, ketike Netanyahu mengunjungi Kota Lod, ia menyebutkan kekerasan di sana muncul akibat para perusuh, sehingga Pasukan Pertahanan Israel harus mengambil tindakan.

Diketahui warga di kota Lod adalah campuran antara Arab dengan Yahudi.

Baca juga: Turki Tegaskan pada Rusia bahwa Israel Harus Diberi Pelajaran, Ini Pesan Erdogan pada Vladimir Putin

Perusuh yang dimaksud Netanyahu adalah para pendemo yang berunjuk rasa di Masjid Al-Aqsa karena kediaman mereka akan digusur.

Sejak saat itu, Pasukan Pertahanan Israel terus ditambah hingga 7.000 orang.

Halaman
123
Tags:
Konflik Palestina Vs IsraelPalestinaIsraelHamasBenjamin NetanyahuJalur Gaza
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved