Breaking News:

Terkini Nasional

Gara-gara Bipang Ambawang, Politisi PDIP Sebut Mendag Lutfi Memojokkan Jokowi: Kerja Tak Teliti

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner Indonesia, termasuk bipang (babi panggang) Ambawang, menjadi viral.

Tribunnews.com/Istimewa
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Mufti Anam. Terbaru, Mufti Anam menilai Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah memojokkan posisi presiden. 

TRIBUNWOW.COM - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner Indonesia, termasuk bipang (babi panggang) Ambawang, menjadi viral di media sosial.

Dilansir TribunWow.com, pasalnya promosi itu dilakukan menjelang momen perayaan Idul Fitri, sehingga warganet beranggapan kurang tepat jika mempromosikan bipang.

Walaupun begitu, untuk diketahui sebutan bipang juga bisa merujuk ke makanan olahan kue beras.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengklarifikasi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan bipang (babi panggang) Ambawang, Sabtu (8/5/2021).
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengklarifikasi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan bipang (babi panggang) Ambawang, Sabtu (8/5/2021). (Capture YouTube Kementerian Perdagangan)

Baca juga: Penjelasan Menteri Perdagangan soal Jokowi Ajak Warga Beli Bipang Ambawang: Maaf Sebesar-besarnya

Menanggapi hal itu, muncul kritik dari politikus PDIP Mufti Anam terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.

Ia menilai tidak sepantasnya bipang Ambawang dikaitkan dengan konteks mudik.

Akan lebih baik jika penyebutan bipang dikaitkan dengan Hari Bangga Buatan Indonesia (HBBI).

“Presiden Jokowi adalah pecinta kuliner lokal, pecinta UMKM. Tapi tentu beliau tidak hafal nama puluhan ribu jenis kuliner di tanah air," kata Mufti Anam, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (8/5/2021).

Ia menyinggung promosi yang dilakukan Kementerian Perdagangan itu justru bisa memojokkan posisi presiden.

"Mendag Lutfi mestinya paham kalau mau bikin gerakan seperti itu, jangan malah bekerja tidak teliti sehingga membuat Pak Jokowi terpojok,” kata Mufti.

Ia mendesak Kemendag melakukan evaluasi sebelum manayangkan video promosi tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved