Viral Medsos
Klarifikasi Gus Miftah soal Viral Video Ceramahnya di Gereja: Diundang, Hadir Bersama Mas Anies
Sebuah video yang memperlihatkan Pendakwah Gus Miftah menyampaikan ceramahnya di sebuah gereja viral di media sosial.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sebuah video yang memperlihatkan Pendakwah Gus Miftah menyampaikan ceramahnya di sebuah gereja viral di media sosial.
Dikutip dari Warta Kota, video ceramah viral itu lantas menuai polemik.
Tidak sedikit yang menyayangkan aksi Gus Miftah tersebut lantaran dianggap tidak perlu mencampuri urusan agama lain.
Baca juga: Viral Larang Jemaah Pakai Masker, Ustaz Abdurohman Sebut Covid-19 Jangan Dimusuhi: Khaliknya Deketin
Gus Miftah lantas memberikan klarifikasi atas viralnya video dirinya ketika sedang berceramah di sebuah gereja.
Gus Miftah pun memberikan informasi, meluruskan kabar yang beredar secara simpang siur itu.
Gus Miftah melalui sebuah rekaman video membenarkan memang dirinya berceramah di gereja tepatnya di sebuah gereja di Jakarta Utara.
Namun, ia mengatakan bahwa kehadiran dirinya atas undangan dari pihak gereja.
Itu pun dia datang bersama beberapa tokoh lain, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Setelah beredarnya orasi kebangsaan saya di sebuah gereja di Jakarta Utara, tepatnya di GBI Penjaringan atas undangan panitia," ungkap Gus Miftah dalam video yang dilihat Senin (3/5/2021).
Baca juga: Usir Jemaah Bermasker, Ustaz Abdurohman Percaya Berdoa di Masjid Ampuh Sembuhkan Covid-19
Gus Miftah menerangkan, dirinya saat itu diundang bersama dengan para tokoh lain.
Termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Adapun ia menegaskan dalam pidatonya ia hanya berorasi tentang kebangsaan, bukan mengenai peribadatan.
"Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmi dan beberapa tokoh agama, ada FKUB lah di sana. Dan itu atas undangan mereka."
"Acara yang diberikan kepada saya pun judulnya orasi kebangsaan dalam rangka peresmian GBI, bukan dalam rangka peribadatan," imbuhnya.
Gus Miftah pun tak masalah jika ada yang menuding kegiatannya itu salah.