Terkini Daerah
Lakukan Aksi Damai Protes Penambangan, 2 Nelayan di Bangka Babak Belur Diserang Pakai Ketapel
Konflik antara penambang dan nelayan memanas seusai ada 2 nelayan babak belur diserang penambang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Dua orang nelayan mengalami luka-luka seusai diserang oleh penambang timah menggunakan ketapel.
Konflik antara penambang dan nelayan itu terjadi di Desa Pangkalniur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (1/5/2021) malam.
Perselisihan antara kedua kelompok memanas hingga ada satu rumah dibakar.

Baca juga: Detik-detik Warga Gerebek Janda dan Pria Lajang di Penginapan, Polisi: Padahal Nikah Habis Lebaran
Dikutip TribunWow.com dari BANGKAPOS.com, semua berawal ketika para nelayan menggelar aksi damai.
Aksi damai itu ditujukan untuk memprotes aktivitas penambangan TI apung rajuk di Teluk Kelabat.
Para nelayan merasa terganggu dengan adanya aktivitas penambangan timah di daerah tersebut.
Namun aksi tersebut justru membuat para penambang marah dan melempari para nelayan.
Terdapat juga penambang yang menyerang menggunakan ketapel.
Serangan itu kemudian melukai dua nelayan yang satu di antaranya adalah seorang perempuan yang mengalami luka di kening.
Kemudian korban lainnya mengalami luka di kedua matanya.
Konflik terus memanas hingga akhirnya sejumlah nelayan Pangkalniur yang marah dan berkumpul bergerak.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BANGKAPOS.com, satu rumah penambang di Desa Pangkalniur dibakar warga.
Pihak kepolisian belum bisa memastikan siapa pelaku yang membakar dan bangunan milik siapa yang dibakar.
"Belum tahu bagaimana kronologisnya dan apa yang terbakar saya dalam perjalanan ke lokasi setelah tadi dapat info," kata Kapolsek Riausilip Iptu Fajar saat Sabtu (1/5/2021) malam.
Baca juga: Anak Driver Ojol Tewas Konsumsi Sate Beracun Sianida, Polisi Duga Pelaku Lebih dari 1
Baca juga: Viral Bocah 12 Tahun Sopiri Truk Trailer di Jalan Tol, Ternyata Disuruh Pamannya yang Mengantuk
Berdasarkan keterangan warga setempat, tidak ada yang tahu siapa yang melakukan pembakaran rumah.