Breaking News:

Terkini Daerah

Longsor Landa Proyek PLTA Tapanuli Selatan, 12 Orang Diduga Tertimbun, 1 di Antaranya Warga China

Bencana longsor melanda lokasi proyek pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) di Desa Marancae Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Istimewa via Tribun-Medan.com
Ilustrasi longsor - Bencana longsor melanda lokasi proyek pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) di Desa Marancae Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Bencana longsor melanda lokasi proyek pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Air (PLTA) di Desa Marancae Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (29/4/2021).

Dilansir TribunWow.com, akibat kejadian itu, 12 orang diduga tertimbun longsor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tapanuli Selatan, Parulian Nasution menyebut belum bisa memastikan nasib 12 warganya itu.

Personel Polisi, TNI dan sejumlah pekerja melakukan evakuasi. Dikabarkan, satu unit rumah dan penghuninya serta beberapa pekerja tertimbun material longsor, yang terjadi di lokasi proyek strategis nasional pembangunan PLTA di Desa Marancar Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (29/4/2021) malam.
Personel Polisi, TNI dan sejumlah pekerja melakukan evakuasi. Dikabarkan, satu unit rumah dan penghuninya serta beberapa pekerja tertimbun material longsor, yang terjadi di lokasi proyek strategis nasional pembangunan PLTA di Desa Marancar Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (29/4/2021) malam. (Istimewa via Kompas.com)

Baca juga: Efek Gempa, BMKG Minta Warga Jawa Timur Waspada Bencana Susulan Longsor dan Banjir Bandang

Baca juga: Warga Ungkap Ngerinya Banjir disertai Longsor di NTT, Lihat Mayat di Atas Kasur Hanyut ke Laut

Pasalnya, proses evakuasi masih digelar oleh aparat TNI, Polti, BPBD, masyarakat, perusahaan dan pihak terkait lainnya pagi ini.

"Tadi malam seluruh tim sudah mengadakan rapat koordinasi untuk melakukan evakuasi pagi ini. Belum diketahui nasib seluruhnya," ujar Parulian, dikutip dari Tribun-Medan.com, Jumat (30/4/2021).

Longsor tersebut diduga disebabkan karena hujan dewas yang melanda daerah tersebut pada Kamis (29/4/2021) sekira pukul 06.30 WIB.

Dikabarkan, sembilan orang dari dua kepala keluarga, serta tiga karyawan Shyno Hydro menjadi korban.

Bahkan, satu di antara tiga karyawan Shyno Hydro tersebut merupakan warga negara China.

Baca juga: Banjir dan Longsor di NTT, Warga Tewas Tertimbun Longsoran hingga Ratusan Lainnya dalam Pencarian

Baca juga: Pengasuh Ponpes Yakini Ada Misteri atas Longsor yang Tewaskan 5 Santriwati, Ungkit Suara Gemuruh

Sementara itu, warga sekitar yang juga merupakan anggota DPRD Tapanuli Selatan, Andesmar Siregar menyebut bencana longsor itu terjadi sekira pukul 18.30 WIB.

Menurutnya, saat kejadian satu unit mobil yang dikendarai beberapa pekerja tengah melintas.

"Lokasinya berada di (Desa) Marancar Godang, memang sejak sore kondisi cuaca di sini hujan deras," kata Andesmar, dikutip dari Kompas.com, Jumat (30/4/2021).

Andesmar menambahkan, ada satu rumah warga yang tertimbun longsor.

"Kejadiannya terjadi secara tiba-tiba, berada di jalan bukaan di areal proyek PLTA Marancar."

"Longsor dikabarkan menyapu satu unit rumah warga (bermarga) Waruwu. Juga satu unit mobil yang dikendarai beberapa pekerja PLTA," tandasnya. (TribunWow.com)

Baca artikel lain terkait

Artikel ini telah diolah dari Tribun-Medan.com dengan judul BREAKING NEWS 12 Orang Diduga Tertimbun Longsor di PLTA Batangtoru, dan Kompas.com dengan judul Detik-detik Longsor di Proyek PLTA Marancar Tapanuli Selatan, Ada Kendaraan Pekerja Sedang Melintas

Tags:
LongsorTapanuli SelatanPembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved