Breaking News:

Terkini Daerah

Warga Ungkap Ngerinya Banjir disertai Longsor di NTT, Lihat Mayat di Atas Kasur Hanyut ke Laut

Wenchy Tokan mengatakan, banjir bandang disertai longsor tersebut membuat warga panik karena tak sempat menyelamatkan diri.

Editor: Claudia Noventa
Dokumen warga/istimewa via Kompas.com
Banjir memporakporandakan rumah warga di Kabupaten Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021). 

TRIBUNWOW.COM  - Seorang warga di Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Wenchy Tokan, menceritakan mengerikannya banjir bandang yang terjadi di Pulau Adonara Flores Timur, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4/2021).

Wenchy Tokan mengatakan, banjir bandang disertai longsor tersebut membuat warga panik karena tak sempat menyelamatkan diri.

Wenchy bercerita, awal mulanya hujan turun sangat deras pukul 23.00 WITA.

Seorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (04/04/2021).
Seorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (04/04/2021). (BBC Indonesia)

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Flores Timur, 63 Orang Meninggal Dunia dan Baru 23 Jenazah yang Dievakuasi

Baca juga: Update Banjir dan Longsor di Adonara Flores Timur: 44 Warga Tewas, 7 Orang Lainnya Belum Ditemukan

Tak lama berselang, banjir dari perbukitan sekitar Kecamatan Adonara Timur menghantam rumah-rumah yang berada di pesisir sungai.

Wenchy menambahkan, saat itu warga mayoritas masih terlelap tidur.

"Kami semua sangat-sangat panik. Bahkan kami temukan ada mayat ditemukan di laut masih di atas kasur, karena kebanyakan warga sedang tidur," imbuh Wenchy Tokan dilansir dari BBC News Indonesia, Minggu (4/4/2021).

Ia juga memperkirakan, setidaknya 50 rumah permanen mau pun semipermanen hancur dan hanyut ke laut.

"Bangunan semua selesai (hancur) semua. Rumah permanen dan semipermanen, hanyut ke laut," sambungnya.

Tak hanya menyapu rumah, banjir bandang juga membuat dua jembatan beton yang menghubungkan antar desa juga terputus.

"Satu pembangkit listrik juga padam. Karena itulah, warga Kelurahan Waiwerang maupun Desa Waiburak kini dalam kondisi terisolir," tambahnya.

Di wilayah ini, tim Basarnas mencatat tiga orang meninggal, empat orang luka-luka, dan lima dinyatakan hilang.

Kondisi banjir bandang di Waiwerang, Adonara Timur
Kondisi banjir bandang di Waiwerang, Adonara Timur (Syafika Lamawuran untuk Pos Kupang)
Halaman
123
Sumber: Kompas TV
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved