Munarman Ditangkap
Bantahan Aziz Yanuar saat Munarman Dituduh Terlibat Baiat ISIS: Acara Seminar, Beliau Hanya Diundang
Eks anggota kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar buka suara soal dugaan keterlibatan Munarwan dalam kelompok terorisme ISIS.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kuasa hukum eks anggota Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar buka suara soal dugaan keterlibatan Munarwan dalam kelompok terorisme ISIS.
Dugaan itu muncul setelah Munarman dikabarkan terlibat baiat di UIN Jakarta, Makassar, dan mengikuti baiat di Medan.
Dilansir TribunWow.com, Aziz pun membantah tuduhan tersebut.
Menurut Aziz, dalam acara itu Munarman hanya diminta menjadi pembicara.

Baca juga: Mata Munarman Ditutup Kain dan Tangan Diborgol saat Diciduk Densus 88, Kuasa Hukum Langsung Bereaksi
Baca juga: Penjelasan Kubu Munarman soal Baiat ISIS di Makassar, Hanya Datangi Seminar dan Beri Pencerahan
Bahkan, materi yang disampaikan Munarman kala itu menentang ajaran terorisme.
"Adapun setelah itu peserta seminar melakukan hal apa pun itu Beliau mengatakan tidak tahu menahu," ujar Aziz dalam kanal YouTube Kompas TV, Selasa (26/4/2021).
"Beliau mengatakan kan hanya diundang."
Aziz melanjutkan, Munarman tak mengetahui adanya baiat dalam acara tersebut.
Karena itu, Aziz merasa janggal saat Munarman dituduh terlibat terorisme.
Baca juga: Pascapenangkapan Munarman, Pintu Gerbang Menuju Rumahnya di Tangerang Selatan Diportal
Baca juga: Munarman Ditangkap atas Kasus Dugaan Terorisme, Aziz Yanuar: Kami Menduga Itu Fitnah
"Acaranya itu seminar, Beliau diundang sebagai pembicara," ujar Aziz.
"Setelah itu ada acara yang dikatakan pembaiatan atau gimana, itu Beliau tidak tahu menahu."
"Bagaimana bisa Beliau tidak tahu menahu tapi dikait-kaitkan? Dan Beliau di situ malah mengisi sesuatu yang kontra dengan terorisme."
Aziz mengaku tak mengetahui apakah Munarman mengikuti baiat di acara tersebut.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa Munarman justru memberikan materi menentang terorisme dalam acara itu.
"Saya tidak tahu kalau itu, tapi yang jelas Beliau katakan bahwa yang Beliau isi itu poin materinya adalah kontra terhadap ajaran terorisme," jelasnya.