Terkini Daerah
Cuma Nonton saat Perawat RS Siloam Palembang Dipukuli JT, Begini Nasib Satpam Sekarang
Satpam yang bertugas saat insiden penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang kini dipecat.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Mengenai penyembuhan CRS, Bona menambahkan, pihak rumah sakit masih melakukan perawatan.
Perawatan fisik masih akan berlanjut satu pekan ke depan.
Namun perawatan psikis kemungkinan masih akan terus berjalan.
"Psikis kita tunggu kapan pun kesiapan dia kalau sudah siap baru akan kita pulangkan," jelas Bona.
Dalam video yang beredar, tampak CRS lebih banyak dibantu rekan-rekan perawatnya dalam membela diri.
Diketahui CRS dianiaya JT karena disebut tidak becus saat mencabut selang infus dari tangan anaknya.
Walaupun begitu, diketahui kemudian sang ibu atau istri JT sendiri yang membuat anak tersebut berdarah setelah selang infusnya dicabut.
Merasa CRS telah menyakiti anaknya, JT mengamuk dan menganiaya perawat tersebut.
Akibatnya CRS mengalami sejumlah luka lebam.
Saat itu tampak pula petugas keamanan berada di lokasi.
Setelah kejadian berakhir, baru petugas keamanan masuk ke dalam kamar rawat dan menenangkan pelaku.
Curhat Perawat RS Siloam ke Gubernur Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghubungi perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli S yang baru-baru ini menjadi korban penganiayaan.
Dilansir TribunWow.com, Christina menjadi viral di media sosial setelah dianiaya keluarga pasien, seorang pria berinisial JT (38).
JT mengaku kesal dan menuduh Christina tidak becus saat mencabut selang infus yang dipasangkan di anaknya.
Baca juga: Bukan Perawat Korban Aniaya JT yang Buat Pasien Berdarah seusai Cabut Infus, Justru Ibunya Sendiri