Breaking News:

Reshuffle Kabinet

Masa Jabatan Tinggal 3 Tahun, Jokowi Nekat Reshuffle? Burhanuddin Muhtadi: Risikonya Tinggi

Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menanggapi isu reshuffle kabinet.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Instagram/@jokowi
Presiden RI Joko Widodo memiliki sejumlah tujuan dalam pembentukan 2 kementerian baru, satu di antaranya adalah efisiensi anggaran. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menanggapi isu reshuffle kabinet.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Prime Talk di Metro TV, Selasa (20/4/2021).

Dikabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengumumkan perombakan Kabinet Indonesia Maju.

Presiden (Joko Widodo) Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet pada Selasa (22/12/2020).
Presiden (Joko Widodo) Jokowi mengumumkan reshuffle kabinet pada Selasa (22/12/2020). (Channel YouTube Kompas TV)

Baca juga: Sebut Prabowo Subianto dan Nama-nama Ini Tak Mungkin Direshuffle Jokowi, Pengamat: Haram Hukumnya

Walaupun begitu, belum dipastikan kapan pengumuman akan disampaikan.

Selain itu, reshuffle kabinet kedua kalinya ini berlangsung di saat masa jabatan presiden tinggal tiga tahun.

Apalagi tidak hanya dua nomenklatur yang disetujui untuk dirombak.

Namun Burhanuddin berpandangan berbeda.

Ia mengingatkan setelah masa jabatan berakhir akan ada pemilihan presiden 2024.

"Justru kalau misalnya tidak dilakukan bongkar pasang sekaligus memanfaatkan perubahan dua nomenklatur tadi, risikonya makin tinggi," kata Burhanuddin Muhtadi.

"Waktu makin dekat dengan 2024," lanjutnya.

Maka dari itu, Burhanuddin berpandangan sebaiknya reshuffle sekalian dilakukan pada beberapa pos sekaligus sebelum telanjur mendekati. 2024.

Baca juga: Ini Celah PAN Masuk Reshuffle Kabinet, Qodari Ungkap Sosok Menteri yang Dekat Jokowi Mungkin Diganti

"Time is ticking, kalau misalnya reshuffle dimanfaatkan hanya sekadar untuk mengisi dua pos perubahan nomenklatur," jelas Burhan.

"Karena praktis kesempatan untuk melakukan reshuffle, terutama untuk dua kementerian lain yang dianggap tidak sesuai ekspektasi itu menjadi semakin mepet waktunya dengan perhelatan 2024," lanjutnya.

"Justru kalau ingin reshuffle sekalian saja memanfaatkan perubahan nomenklatur tadi," tambah dia.

Ia mengakui kini banyak perdebatan alot antara pemerintah dengan partai koalisi pendukung.

Hal itu disebabkan perubahan tentang faktor politis dari menteri-menteri yang akan diganti posisinya.

"Kecuali kalau misalnya tidak ada yang ditambahi atau dikurangi, yang terjadi hanya digeser posisi, tetapi jumlah total alokasi buat partai itu tetap. Mungkin debatnya akan jauh lebih pendek," terang Burhan.

Lihat videonya mulai menit 4.00:

Sosok Menteri yang Dekat Jokowi Mungkin Diganti

Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari mengungkap kemungkinan PAN masuk koalisi pemerintahan melalui reshuffle kabinet.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui tayangan Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Selasa (20/4/2021).

Dikabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengumumkan reshuffle kabinet.

Baca juga: Usulkan Mahfud MD Di-reshuffle, Pengamat Singgung Kepulangan Rizieq Shihab: Pentingnya Apa?

Santer beredar beberapa nama menteri yang bakal diganti dan calon-calon yang mungkin akan masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju.

"PAN ini mau di mana?" singgung Qodari.

Ia menyebut PAN memiliki latar belakang pernah mengisi posisi Kementerian Perhubungan di masa pemerintahan yang lampau.

Ilustrasi bendera Partai Amanat Nasional (PAN).  Kabarnya, satu di antara dua nama kader PAN santer dikabarkan mengisi Kabinet Indonesia Maju Jilid II.
Ilustrasi bendera Partai Amanat Nasional (PAN). Kabarnya, satu di antara dua nama kader PAN santer dikabarkan mengisi Kabinet Indonesia Maju Jilid II. (Istimewa via TribunJateng.com)

"PAN itu pernah berkali-kali terutama di zaman Pak Hatta Rajasa mengisi Kementerian Perhubungan," katanya.

Ia lalu menyoroti Menteri Perhubungan saat ini, Budi Karya Sumadi.

Menurut Qodari, Budi Karya Sumadi cukup dekat dengan Jokowi.

Namun ada kemungkinan ia mengalami penurunan kesehatan.

Diketahui Budi Karya Sumadi memiliki riwayat penyakit pernah terpapar Covid-19.

Baca juga: Beda dengan yang Lain, Ujang Komarudin Usul 2 Menteri Ini Ikut Di-reshuffle: Belum Kinclong

"Kalau bicara latar belakang kinerja, sepengetahuan saya Pak Budi Karya Sumadi itu dekat sekali dengan Pak Jokowi," singgung Qodari.

"Jadi secara pribadi no problem. Tapi mungkin beliau mengalami penurunan kesehatan, karena pernah mengalami Covid. Panjang, waktu itu," lanjutnya.

Menghubungkan kedua hal itu, Qodari menyebut ada kemungkinan PAN bisa masuk ke kabinet melalui celah ini.

"Jadi kalau misalnya beliau tidak jadi menteri lagi dan pos Menhub kosong, saya melihat pada hal ini mungkin PAN akan masuk ke sana," jelasnya.

Qodari menambahkan sembari berseloroh, kini PAN bisa mulai memutuskan siapa calonnya yang tepat untuk mengisi kursi Menteri Perhubungan. (TribunWow.com/Brigitta)

Baca berita terkait lainnya

Tags:
JokowiReshuffle KabinetBurhanuddin MuhtadiMenteri
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved