Breaking News:

Terkini Daerah

IPW Soroti Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Jaksel, Desak Polda Metro Jaya Transparan

Ketua Presidium IPW Neta S Pane angkat bicara soal kasus pengeroyokan anggota TNI dan Polri yang viral di media sosial.

Editor: Mohamad Yoenus
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Garis polisi membentang di Obama Cafe di Jalan Falatehan, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane angkat bicara soal kasus pengeroyokan anggota TNI dan Polri yang viral di media sosial.

Neta menyayangkan kembali terjadinya keributan antara personel TNI dan Polri.

Neta mengatakan, belum tuntas kasus anggota TNI yang tewas ditembak oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng Jakarta Barat, kini kembali terjadi keributan, yang menyebabkan anggota polisi tewas ditusuk, dan anggota TNI luka luka di dekat MY Bar, Jakarta Selatan.

"Karenanya IPW mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkapkan secara transparan kasus tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi, agar kasus ini tidak menjadi teror baru bagi warga Jakarta," kata Neta kepada Warta Kota, Senin (19/4/2021).

Viral rekaman CCTV yang menunjukkan pengeroyokan terhadap anggota TNI dan Polri, satu korban tewas, Minggu (18/4/2021) pagi,
Viral rekaman CCTV yang menunjukkan pengeroyokan terhadap anggota TNI dan Polri, satu korban tewas, Minggu (18/4/2021) pagi, (Instagram @cetul.22)

Baca juga: Detik-detik Pengeroyokan Polisi dan TNI di Jaksel, Anggota Polisi dan TNI Jadi Korban, Satu Tewas

Menurut Neta, setidaknya ada empat pertanyaan yang muncul dari kasus tewasnya anggota Polri dan terlukanya anggota TNI itu.

"Yakni, benarkah kasus itu berlatar belakang keributan antar oknum aparatur keamanan,” ujarnya.

“Benarkah lima dari ketujuh pelaku sudah ditangkap dan yang menangkap adalah aparat militer,” imbuhnya.

“Benarkah korban tewas adalah supir Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpau,” lanjutnya lagi.

“Benarkah keributan terjadi saat mereka berada di MY Bar dan berlanjut di luar bar," papar Neta.

Baca juga: Viral Rekaman CCTV Anggota TNI dan Polri Dikeroyok, Satu Tewas Kehabisan Darah, Ini Kata Camat

Padahal kata Neta, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah melarang anggota Polri bergentayangan di tempat hiburan malam setelah kasus ditembaknya anggota TNI oleh oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng.

"Informasi yang diperoleh IPW, lima dari tujuh pelaku sudah tertangkap. RMS, PW, MI, MS dan HW,” katanya.

“Sedangkan dua lagi masih buron. Polda Metro Jaya perlu menjelaskan, apakah para pelaku bagian dari oknum aparatur keamanan atau bukan," tambah Neta.

Aksi pengeroyokan itu sendiri kata Neta, sempat viral di media sosial yang diambil dari sebuah rekaman video CCTV.

"Anggota TNI AD dan anggota Brimob Kelapa dua itu ditemukan terkapar di dekat MY Bar di Jalan Falatehan I No 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," katanya.

Peristiwa keributan itu terjadi Minggu 18 April sekitar pukul 05.30 Wib, di MY Bar di Jalan Falatehan I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Tags:
Indonesia Police Watch (IPW)TNIJakarta SelatanPolda Metro Jaya
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved