Terkini Daerah
Curhat Perawat RS Siloam ke Gubernur Sumsel setelah Viral Dianiaya JT: Memar-memar, Pak
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghubungi perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli S.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Di keterangan unggahan, Herman mengaku merasa Sumsel merasa malu dengan adanya insiden ini.
"Ini disebabkan karena emosi sesaat keluarga pasien, tapi kekerasan ini dampaknya buruk," ucapnya.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Herman mengaku prihatin dengan kasus yang menimpa tenaga kesehatan tersebut.
"Buruk dampaknya bagi citra daerah, sebenarnya. Sudah tahu para medis 'kan manusia biasa juga, tentunya harus didengarkan dulu penjelasannya atau minimal dari atasannya," ucap Herman Deru.
Ia mengimbau agar kasus itu sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian agar dapat ditangani sesuai pasal penganiayaan yang berlaku.
Herman juga akan mengawal proses hukum yang berjalan, baik akan dilanjutkan dengan damai atau dikembalikan ke keluarga dan RS Siloam.
Simak videonya:
Istri Tersangka Tantang Korban Bertemu di Pengadilan
Kasus penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berbuntut panjang.
Setelah sang penganiaya, JT (38) ditetapkan sebagai tersangka, kini sang istri, Melisa, balik menantang korban, CSR (28).
Melalui akun Instagram-nya, Melisa menyebut RS Siloam Sriwijaya memberikan laporan palsu terkait penganiayaan yang dilakukan suaminya.
Karena itu, Melisa berencana melaporkan balik CRS ke polisi.

Baca juga: Ditelepon Gubernur Sumsel terkait Penganiayaan Keluarga Pasien RS Siloam, Korban: Diproses Ya Pak
Baca juga: Beberkan Kronologi, Istri JT Sebut Perawat Siloam Berperilaku Ketus dan Kasar: Darah sampai Lantai
Ia sesumbar sudah memiliki bukti untuk memenjarakan sang perawat.
"Saya pelaku, silakan tanya saya langsung. Untuk RS Siloam laporannya palsu. Siap-siap kita akan selesaikan secara hukum," ujar Melisa, dikutip dari SRIPOKU.com, Minggu (18/4/2021).
Diakui Melisa, ia sudah memiliki bukti berupa foto dan video.