Terkini Daerah
Beberkan Kronologi, Istri JT Sebut Perawat Siloam Berperilaku Ketus dan Kasar: Darah sampai Lantai
Pelaku penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, JT (38), telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pelaku penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, JT (38), telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dilansir TribunWow.com, istri JT, Melisa pun membeberkan kronologi kejadian yang berlangsung di hadapannya.
Meski mengakui kesalahan suaminya dan sudah meminta maaf, Melisa tetap menyebut korban, CRS, tak bekerja secara profesional.

Baca juga: Ditelepon Gubernur Sumsel, Perawat RS Siloam yang Dianiaya Keluarga Pasien Minta Proses Hukum Jalan
Baca juga: 7 Fakta Pria Aniaya Perawat RS Siloam Palembang, Pelaku Ditangkap dan Minta Maaf: Saya Emosi Sesaat
Pasalnya, CRS disebutnya tak memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien.
"Saya mau klarifikasi di sini, kejadian tersebut bermula karena adanya ketidakprofesionalan seorang suster Rumah Sakit dalam melayani pasien," ujar Melisa, dikutip dari TribunSumsel.com, Sabtu (17/4/2021).
"Menurut saya sebagai orangtua bisa berakibat fatal, apalagi anak saya masih balita."
Melisa menceritakan, sebelum video penganiayaan itu viral di media sosial, ia dan sang anak sudah mendapatkan perilaku tak menyenangkan dari korban.
Ia pun membeberkan keluhan CRS saat menangani anaknya.
"Sebenernya jujur, dari awal di situ perasaan saya sudah tidak enak melihat sikap suster itu. Dari nada bicaranya saja agak ketus," kata Melisa.
"Saat menangani anak saya yang rewel juga nyeletuk 'Ini (anaknya) rewel terus, harusnya kalau siang jangan ditidurin jadi malem nggak rewel terus'," tambahnya.
Baca juga: Penganiaya Perawat RS Siloam Tak Pernah Ngaku-ngaku Polisi, Justru Bentak Aparat saat Kejadian
Baca juga: Kesaksian Berbeda Istri JT soal Perawat RS Siloam yang Dianiaya: Kasar, Malah Saya yang Disalahin
Bahkan sebelum video penganiayaan, Melisa juga sempat memfoto CRS karena merasa tak nyaman dengan sikap sang perawat.
Melisa menambahkan, saat anaknya sudah akan pulang dari rumah sakit, CRS menurutnya melepas infus secara tak profesional.
Pasalnya, ada banyak darah keluar dari tubuh anaknya.
"Ternyata bener kejadian kan, sudah dia nyabutnya kasar, darah sampai ke mana-mana di baju, lantai, kasur," sambungnya.
"Eh, malah saya disalahin, katanya, sebaiknya ibu-ibu jangan gendong anak."