Terkini Daerah
Babak Baru Penganiayaan Perawat RS Siloam, Istri Tersangka Tantang Korban Bertemu di Pengadilan
Kasus penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berbuntut panjang.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kasus penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang berbuntut panjang.
Setelah sang penganiaya, JT (38) ditetapkan sebagai tersangka, kini sang istri, Melisa, balik menantang korban, CSR (28).
Melalui akun Instagram-nya, Melisa menyebut RS Siloam Sriwijaya memberikan laporan palsu terkait penganiayaan yang dilakukan suaminya.
Karena itu, Melisa berencana melaporkan balik CRS ke polisi.

Baca juga: Ditelepon Gubernur Sumsel terkait Penganiayaan Keluarga Pasien RS Siloam, Korban: Diproses Ya Pak
Baca juga: Beberkan Kronologi, Istri JT Sebut Perawat Siloam Berperilaku Ketus dan Kasar: Darah sampai Lantai
Ia sesumbar sudah memiliki bukti untuk memenjarakan sang perawat.
"Saya pelaku, silakan tanya saya langsung. Untuk RS Siloam laporannya palsu. Siap-siap kita akan selesaikan secara hukum," ujar Melisa, dikutip dari SRIPOKU.com, Minggu (18/4/2021).
Diakui Melisa, ia sudah memiliki bukti berupa foto dan video.
Tak hanya itu, Melisa juga menyebut CSR lah yang pertama kali menganaiaya anaknya yang masih balita.
"Foto anak saya ada, dan perawat sudah melakukan penganiayaan terhadap anak saya yang usianya 2,5 tahun," terang Melisa.
"Sampai darah anak saya muncrat kemana-mana. Fotonya ada, kita siapkan."
Baca juga: 7 Fakta Pria Aniaya Perawat RS Siloam Palembang, Pelaku Ditangkap dan Minta Maaf: Saya Emosi Sesaat
Baca juga: Kesaksian Berbeda Istri JT soal Perawat RS Siloam yang Dianiaya: Kasar, Malah Saya yang Disalahin
Melisa melanjutkan, CSR sama sekali tak meminta maaf padanya setelah kejadian itu.
Ia lantas meluapkan kegeramannya.
"Coba kalau anaknya yang masih bayi diperlakukan tidak baik oleh perawat RS, sehingga darah anaknya kemana-mana. Kira-kira kamu akan diam atau marah?"
"Suster nyabut infus dan hansaplast anak saya tidak sesuai dengan prosedur, dan ia tidak merasa bersalah ataupun minta maaf.
Untung ya, jarumnya enggak patah di dalam tangan anak saya," ujar Melisa.
Karena itu, Melisa mengaku siap membeberkan perilaku tak baik CSR selama merawat anaknya.
Ia menantang CSR menemuinya di pengadilan.
"Sampai jumpa di persidangan," tandasnya.
Kronologi Kejadian Versi Melisa
Melisa pun membeberkan kronologi kejadian yang berlangsung di hadapannya.
Meski mengakui kesalahan suaminya dan sudah meminta maaf, Melisa tetap menyebut korban, CRS, tak bekerja secara profesional.

Baca juga: Ditelepon Gubernur Sumsel, Perawat RS Siloam yang Dianiaya Keluarga Pasien Minta Proses Hukum Jalan
Baca juga: 7 Fakta Pria Aniaya Perawat RS Siloam Palembang, Pelaku Ditangkap dan Minta Maaf: Saya Emosi Sesaat
Pasalnya, CRS disebutnya tak memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien.
"Saya mau klarifikasi di sini, kejadian tersebut bermula karena adanya ketidakprofesionalan seorang suster Rumah Sakit dalam melayani pasien," ujar Melisa, dikutip dari TribunSumsel.com, Sabtu (17/4/2021).
"Menurut saya sebagai orangtua bisa berakibat fatal, apalagi anak saya masih balita."
Melisa menceritakan, sebelum video penganiayaan itu viral di media sosial, ia dan sang anak sudah mendapatkan perilaku tak menyenangkan dari korban.
Ia pun membeberkan keluhan CRS saat menangani anaknya.
"Sebenernya jujur, dari awal di situ perasaan saya sudah tidak enak melihat sikap suster itu. Dari nada bicaranya saja agak ketus," kata Melisa.
"Saat menangani anak saya yang rewel juga nyeletuk 'Ini (anaknya) rewel terus, harusnya kalau siang jangan ditidurin jadi malem nggak rewel terus'," tambahnya.
Baca juga: Penganiaya Perawat RS Siloam Tak Pernah Ngaku-ngaku Polisi, Justru Bentak Aparat saat Kejadian
Baca juga: Kesaksian Berbeda Istri JT soal Perawat RS Siloam yang Dianiaya: Kasar, Malah Saya yang Disalahin
Bahkan sebelum video penganiayaan, Melisa juga sempat memfoto CRS karena merasa tak nyaman dengan sikap sang perawat.
Melisa menambahkan, saat anaknya sudah akan pulang dari rumah sakit, CRS menurutnya melepas infus secara tak profesional.
Pasalnya, ada banyak darah keluar dari tubuh anaknya.
"Ternyata bener kejadian kan, sudah dia nyabutnya kasar, darah sampai ke mana-mana di baju, lantai, kasur," sambungnya.
"Eh, malah saya disalahin, katanya, sebaiknya ibu-ibu jangan gendong anak."
Sebelum CRS dianiaya suaminya, Melisa sempat melaporkan perilaku korban ke kepala perawat.
Saat darah dari tubuh anaknya tak kunjung berhenti, CRS disebut Melisa justru menyalahkannya.
"Sebagai orangtua saya pikir wajar jika kita panik, apalagi setelah lihat anak saya sampai keluar darah si suster itu tidak mau meminta maaf."
"Masih ada bekas darahnya di baju, semua saya foto."
Melisa melanjutkan, ia berani bersaksi di pengadilan atas perilaku kasar yang dilakukan korban pada anakya.
"Fatal darah itu, saya sampai ngadu ke kepala perawat baru ditangani darah tersebut dikasih plester," jelasnya.
"Sama suster itu darah anak saya cuma ditutul-tutul aja pakai tissu toilet. Saya nggak bohong, saya berani bersaksi nanti di pengadilan." (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari SRIPOKU.com dengan judul Melisa Bongkar Pemicu Aduannya ke Suami, Tantang Perawat RS, Beber Perlakuan Kasar: Saya Gak Takut, dan TribunSumsel.com dengan judul Beber Fakta, Melisa Istri JT Penganiaya Perawat Merasa Dipojokkan, Berani Bersaksi di Pengadilan