Breaking News:

Puasa Ramadan 2020

Bacaan Niat Sahur Ramadan bagi Umat Muslim, Beserta Doa Buka Puasa

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 2021/1442 Hijriah jatuh pada Selasa (13/4/2021).

Editor: Atri Wahyu Mukti
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi niat puasa - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 2021/1442 Hijriah jatuh pada Selasa (13/4/2021). 

TRIBUNWOW.COM -  Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 2021/1442 Hijriah jatuh pada Selasa (13/4/2021).

Berpuasa di bulan Ramadan bagi umat muslim hukumnya adalah wajib dikerjakan dan termasuk salah satu rukun islam yang keempat.

Baca juga: Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Fitrah di Bulan Ramadan? Simak Penjelasan Ustaz

Baca juga: Berapa Besaran yang Dianjurkan untuk Membayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Surat Al-Baqarah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Mari kita sambut kedatangan bulan suci Ramadan ini dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT, di mana kita masih diberi kesempatan dan umur panjang sehingga bertemu lagi dengan bulan yang penuh kemuliaan.

Bulan di mana pertama kali diturunkan kitab suci Alquran Nul karim dan terdapat satu malam yang penuh kemulian yaitu malama Lailatul Qadar.

Bulan yang penuh maghfiroh dimana dibukanya pintu surga yang seluas-luasnya dan penuh ampunan dari Allah SWT atas segala perbuatan dosa yang pernah kita lakukan dimasa lalu, Amin.

Begitu besarnya hikmah puasa Ramadan dimana Allah akan melipatgandakan seluruh amal perbuatan baik yang kita lakukan di bulan Ramadan sesuai dengan dikutip oleh Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151, antara lain :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

Baca juga: Penjelasan Ustaz soal Hukum Melihat Makanan dan Minuman saat Ramadan, Apakah Puasanya Batal?

Doa Niat Puasa Ramadan

Mengucapkan doa niat sebelum menjalankan puasa Ramadan hukumnya adalah wajib.

Berikut lafadz doa niat puasa Ramadan :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHODIN 'AN ADAA'I FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA'ALA

Artinya :
Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala.

Anda bisa mengucapkan doa niat puasa Ramadan tersebut saat selesai sholat tarawih atau sebelum waktu imsak tiba.

 

 

niat puasa ramadan dan buka puasa (kembarpro)

Doa buka puasa

Setelah seharian berpuasa merasakan lapar dan dahaga terutama menahan hawa nafsu yang membatalkan puasa, ketika berkumandang azan magrib, Anda disunatkan untuk segera berbuka puasa.

Berikut lafadz doa berbuka puasa :

َللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

ALLAAHUMMA LAKASUMTU WABIKA AAMANTU WA'ALAA RIZQIKA AFTHORTU BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN

Artinya :
Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Mari kita niatkan dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini dengan sungguh-sungguh.

Karena umur manusia tidak ada yang tahu, kita belum pasti apakah masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT bisa bertemu dengan Bulan Ramadan tahun depan.

Kita harus senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Semoga amal ibadah puasa Ramadan kita tahun ini diterima dan diberi ganjaran yang setimpal oleh Allah SWT.

Yang terpenting dari doa niat puasa Ramadan tersebut semata-mata ibadahnya ditujukan kepada Allah SWT. 

Sesuai janji Allah SWT, bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa akan mendapatkan dua kebajikan yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan saat bertemu dengan Allah SWT, Tuhan pemilik semesta alam.

Niatkan malam hari 

Di antara rukun puasa adalah berniat. Niat itu harus ada, namun cukuplah di hati, karena itulah yang dipersyaratkan.

Adapun niat puasa Ramadan harus ada di malam hari sebelum masuk waktu fajar (Shubuh).

Hadits no. 656 dari kitab Bulughul Maram, Ibnu Hajar membawakan hadits:

وَعَنْ حَفْصَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ } رَوَاهُ الْخَمْسَةُ ، وَمَالَ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ إلَى تَرْجِيحِ وَقْفِهِ ، وَصَحَّحَهُ مَرْفُوعًا ابْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ حِبَّانَ – وَلِلدَّارَقُطْنِيِّ { لَا صِيَامَ لِمَنْ لَمْ يَفْرِضْهُ مِنْ اللَّيْلِ }

Dari Hafshoh Ummul Mukminin bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.”

Hadits ini dikeluarkan oleh yang lima, yaitu Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah. An Nasai dan Tirmidzi berpendapat bahwa hadits ini mauquf, hanya sampai pada sahabat (perkataan sahabat). Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibbah menshahihkan haditsnya jika marfu’ yaitu sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam riwayat Ad Daruquthni disebutkan, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat ketika malam hari.”

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Hadits ini menunjukkan bahwa puasa mesti dengan niat sebagaimana ibadah lainnya. Sebagaimana kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,

وَقَدْ اتَّفَقَ الْعُلَمَاءُ عَلَى أَنَّ الْعِبَادَةَ الْمَقْصُودَةَ لِنَفْسِهَا كَالصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ وَالْحَجِّ لَا تَصِحُّ إلَّا بِنِيَّةِ

“Para ulama sepakat (ijma’) bahwa ibadah yang dimaksudkan langsung pada zat ibadah itu sendiri seperti salat, puasa, dan haji, maka haruslah dengan niat.” (Majmu’ Al Fatawa, 18: 257).

2- Letak niat itu di dalam hati. Jadi, barangsiapa yang terbetik dalam hatinya untuk berpuasa keesokan harinya, maka ia sudah dikatakan berniat.

3- Yang tidak melakukan niat di malam hari ketika melaksanakan puasa wajib, puasanya tidak sah. Adapun puasa sunnah akan dibahas pada hadits berikutnya.

4- Niat puasa wajib seperti Ramadan mesti dilakukan di malam hari, yaitu cukup mendapati niat pada sebagian malam kata Ash Shon’ani dalam Subulus Salam dan Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan dalam Minhatul ‘Allam.

Sedangkan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengatakan bahwa seandainya akhir malam pun masih bisa digunakan untuk berniat, asalkan sebelum fajar (Shubuh). Adapun waktu malam dimulai dari waktu Maghrib.

Sebagai tanda seseorang sudah dikatakan berniat adalah ia bangun makan sahur karena sudah terbetik hatinya untuk puasa. Begitu pula jika seseorang sudah mempersiapkan makan sahur, meski akhirnya tidak bangun makan sahur, maka sudah dikatakan pula berniat.

5- Niat puasa mesti dilakukan berulang pada setiap malamnya karena puasa setiap harinya adalah puasa yang berdiri sendiri.

Demikianlah pendapat Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad. Dalil mereka adalah hadits yang kita bawakan kali ini. Sehingga jika ada yang tidur setelah ‘Ashar dan baru bangun setelah terbit fajar shubuh keesokan harinya, maka puasanya tidak sah karena ia tidak ada niat di malam hari. (*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Jangan Lupa Malam Ini Baca Niat Puasa Ramadan atau Sahur Setelah Salat Isya

Sumber: Warta Kota
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved