Breaking News:

Puasa Ramadan 2021

Berapa Besaran yang Dianjurkan untuk Membayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya

Membayar zakat fitrah bagi umat muslim umumnya bisa dibayarkan dalam berbagai bentuk. Namun, ini lah yang palig dianjurkan.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Claudia Noventa
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi membayar zakat fitrah. - Salah satu ibadah wajib yang dilakukan umat Islam saat bulan Ramadan adalah zakat fitrah. 

TRIBUNWOW.COM - Bulan Ramadan 2021/1442 H akan segera tiba dalam hitungan hari lagi.

Salah satu ibadah wajib yang dilakukan umat Islam saat bulan Ramadan adalah zakat fitrah.

Zakat fitrah merupakan zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilaksanakan pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri.

Baca juga: Apakah Berhubungan Badan Suami Istri saat Bulan Ramadan Dapat Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya

Baca juga: Kondisi Seseorang yang Tak Bisa Divaksin Covid-19 saat Puasa: Lemas dan Tekanan Darah Terlalu Rendah

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi dalam program
Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi dalam program "TANYA USTAZ: Penjelasan Apa Itu Zakat Fitrah dan Hukumnya?" YouTube Tribunnews.com, 17 Mei 2020. (YouTube Tribunnews.com)

Baca juga: Inilah 4 Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah, Siapa Saja? Ini Penjelasannya

Pada prinsipnya, zakat fitrah dikeluarkan sebelum sholat Idul Fitri dilangsungkan.

Lalu apa saja bentuk zakat fitrah yang dianjurkan untuk bisa dibayarkan?

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Ustaz Wahid Ahmadi menjelaskan bentuk zakat fitrah sebaiknya dibayar dengan bahan makanan pokok.

Adapun bahan makanan pokok yang bisa dibayarkan yakni gandum, roti, ataupun beras tergantung dengan kebudayaan masyakat muslim di satu wilayah.

"Bentuk zakat fitrah yang dibayarkan itu bahan makanan pokok ya, kalau dulu gandum lalu roti."

"Tapi kalau di Indonesia umumnya beras, itu adalah bentuk-bentuk zakat fitrah," ujarnya, dikutip TribunWow.com dari YouTube Tribunnews.com, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Penjelasan Ustaz soal Apakah Orang yang Berutang Tetap Wajib Membayar Zakat Fitrah?

Baca juga: Siapa Saja yang Wajib dan Tidak untuk Melakukan Zakat Fitrah? Simak Penjelasan Ustaz

Selain itu, membayar zakat fitrah dengan uang sebagai pengganti bahan makanan juga diperbolehkan.

Kendati demikian, alasan bahan makanan pokok dianjurkan untuk membayar zakt fitrah adalah agar bisa dikonsumsi saat perayaan lebaran atau Idul Fitri.

"Sebagian kemudian mengatakan boleh berupa uang."

"Tapi aslinya itu bahan makanan, karena akan dikonsumi saat lebaran," jelasnya.

Berapa Besaran Zakat Fitrah?

Dikutip dari situs baznas.go.id, besaran beras atau makanan pokok yang diwajibkan adalah sebanyak atau seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Para ulama, diantaranya Shaikh Yusuf Qardawi telah membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha’ gandum, kurma atau beras.

Nominal zakat fitrah yang ditunaikan dalam bentuk uang, menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.

Baca juga: Berapa Jumlah Takaran Zakat Fitrah yang Benar? Berikut Penjelasan Ustaz

Berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 27 Tahun 2020 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Jabodetabek, ditetapkan bahwa nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp 40.000 per jiwa.

Zakat fitrah ditunaikan sejak awal Ramadhan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Sementara itu, penyalurannya kepada mustahik (penerima zakat) paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved