Breaking News:

Terkini Nasional

Jokowi Bakal Gerak Cepat soal Reshuffle, Ali Ngabalin: Kita Tunggu Sejenak Pekan-pekan Ini

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan perkiraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle kabinet.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Instagram/@jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (2/3/2021). Terbaru, beredar kabar Jokowi akan kembali melakukan reshuffle kabinet. 

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan perkiraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle kabinet.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Rabu (14/4/2021).

Selain merombak jajaran menterinya, Jokowi juga dikabarkan bakal menggabung Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jaket biru kepada enam menteri hasil reshuffle yang baru dilantik, Selasa (22/12/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jaket biru kepada enam menteri hasil reshuffle yang baru dilantik, Selasa (22/12/2020). (Instagram @jokowi)

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Diisukan Bakal Direshuffle, Sahroni: Tidak Menarik kalau Ada yang Memaksa

Ngabalin membenarkan hal itu, bahkan mengonfirmasi Menristek Bambang Brodjonegoro telah pamit kepada publik dan karyawannya.

"Artinya kalau pamit itu tidak akan lagi menjadi menteri," jelas Ali Ngabalin.

Ia menjelaskan sudah ada pembahasan di tingkat DPR dan disetujui.

Sementara keputusan diambil, Bambang Brodjonegoro segera pamit dengan jajarannya.

"Coba perhatikan baik-baik setelah surat dan pembahasan itu telah ada keputusan di DPR."

"Setelah DPR menyetujui rencana Bapak Presiden dalam menggabungkan dua menteri ini, seiring dengan itu ada pamitan kantor Ristek," papar Ngabalin.

Diketahui Jokowi akan membentuk kementerian baru, yakni Kementerian Investasi.

Ngabalin menjelaskan akan ada keputusan presiden nantinya terkait menteri yang akan menjabat di Kementerian Investasi dan Kemendikbud hasil gabungan.

Baca juga: Fakta Kunjungan Presiden ke NTT: Tangisan Jokowi, Teriakan BBM Mahal, hingga Pemberian Jaket

Ia mengungkapkan alasan Kemenristek diputuskan untuk digabung dengan Kemendikbud.

"Alasannya yang paling mendasar itu sebagian besar tugas-tugas yang dilaksanakan oleh Menristek itu dikerjakan oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)," terangnya.

Ngabalin mengaku banyak yang bertanya kapan keputusan reshuffle ini akan diumumkan ke publik.

Ia menegaskan hal itu akan diumumkan dalam waktu dekat.

Ngabalin menyebut tidak menutup kemungkinan pekan ini sudah muncul keputusan, sesuai karakteristik Jokowi yang selalu bergerak cepat.

"Maka jawaban yang pertama itu adalah harus kita tunggu sejenak pekan-pekan ini," tegasnya.

"Bahkan dari karakter leadership yang saya tahu beberapa tahun ini oleh Bapak Presiden, beliau akan cepat melakukan (reshuffle)," papar Ngabalin.

"Makanya saya bilang tidak mustahil dalam pekan ini. Itu adalah lagi-lagi kewenangan presiden," tambah dia.

Lihat videonya mulai menit 4.40:

Relawan Jokowi Sebut 5 Menteri Ini Layak Di-Reshuffle

Ketua Sukarelawan Jokowi Mania (JOMAN) Immanuel Ebenezer menyebut ada lima nama menteri yang pantas untuk di-reshuffle.

Immanuel mengatakan, ia memiliki sejumlah bukti bahwa kelima menteri yang ia sebut itu tidak bekerja sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

Bahkan ia menyebut ada menteri yang terus menerus membuat kesalahan sehingga memposisikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam posisi yang sulit.

Baca juga: Bocoran Ngabalin soal Reshuffle Kabinet Jokowi, Sebut Bakal Dilakukan dalam Waktu Dekat: Pekan Ini

Hal itu diungkapkan oleh Immanuel dalam acara KOMPAS PETANG, Kompastv, Selasa (13/4/2021).

Berikut ini adalah lima nama menteri yang diusulkan agar di-reshuffle oleh Immanuel:

1. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfhi

2. Menteri Sekretariat Negara, Pratikno

3. Menteri Kominfo, Johnny G. Plate

4. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

5. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi arahan tanggap darurat terkait gempa bumi di Malang, Surabaya, dan wilayah Jawa Timur lainnya, Minggu (11/4/2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi arahan tanggap darurat terkait gempa bumi di Malang, Surabaya, dan wilayah Jawa Timur lainnya, Minggu (11/4/2021). (setkab.go.id)

"Dari lima ini kita lihat mereka punya track record yang cukup layak untuk diganti," kata Immanuel.

Immanuel lalu mengungkapkan kesalahan yang dibuat oleh kelima menteri itu.

Pertama adalah Pratikno yang ia sebut membuat blunder hingga 3 kali.

"Misalnya Pak Pratikno, 3 kali melakukan kecerobohan-kecerobohan berkaitan dengan data-data yang disampaikan Beliau kepada presiden," paparnya.

"Salah satunya adalah soal Omnibus Law. Beliau menyampaikan secara gamblang persoalan pasal-pasal yang salah itu dianggap persoalan salah ketik."

Blunder kedua adalah peraturan presiden terkait minuman keras (miras) yang sempat lolos.

"Sampai presiden di-framing seakan-akan pro terhadap miras," ujar Immanuel.

Terakhir terkait isu impor beras.

Immanuel khawatir blunder Pratikno akan menyebabkan reputasi Presiden Jokowi menjadi buruk di mata masyarakat.

"Jangan sampai presiden dianggap tukang bohong," kata dia.

"Kita sebagai pendukung presiden kan ini khawatir sekali kalau presiden ini dilaporkan sebagai pemimpin yang melakukan kebohongan publik."

Kedua, Immanuel mengungkit langkah Mendag M Lutfi soal impor beras yang akhirnya merugikan para petani.

"Akhirnya membuat petani sangat resah," katanya.

"Ini teror buat petani."

"Dampak dari pernyataan M Lutfi ini harga gabah anjlok seanjlok-anjloknya," sambung dia.

Lalu Immanuel juga menyoroti Sofyan Djalil dan permasalahan mafia tanah yang tak kunjung kelar.

"Yang kita khawatirkan ada dugaan-dugaan para mafia tanah ini bekerja sama dengan aparat pejabat-pejabat di dalam kementerian," ungkapnya.

Immanuel kemudian menyoroti soal kelompok radikal anti pemerintah yang beredar luas di media sosial yang seharusnya menjadi tanggung jawab Johnny G. Plate.

"Tugas Johnny Plate ini ke mana?" ungkapnya.

Terakhir terkait Syahrul Yasin Limpo, Immanuel mengungkit bagaimana petani kekurangan pupuk subsidi pemerintah. (TribunWow.com/Brigitta/Anung)

Baca berita terkait reshuffle kabinet lainnya

Tags:
JokowiReshuffle KabinetreshuffleKabinet JokowiAli Ngabalin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved