Terkini Daerah
Mengira Tumpukan Kain, Mista Kaget Ternyata Tetangganya Tewas Dibakar Hidup-hidup oleh Mantan Suami
LI (53), wanita asal Kampung Lebak Pasar, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, tewas di tangan suaminya, JD (58).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - LI (53), wanita asal Kampung Lebak Pasar, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, tewas di tangan suaminya, JD (58).
Dilansir TribunWow.com, LI tewas seusai dibakar hidup-hidup oleh sang suami, Selasa (6/4/2021) sekira pukul 05.30 WIB.
Kakak LI, Maryani (60), menyebut peristiwa mengenaskan itu bahkan terjadi di hadapan bocah 10 tahun yang merupakan keponakan korban.

Baca juga: Kebakaran Besar Melanda Permukiman Warga di Tanah Abang, 17 Damkar dengan 85 Personel Dikerahkan
Baca juga: Tempat Ngaji Dibakar Massa, Bermula dari Remaja yang Uring-uringan lalu Ngaku Dicabuli sang Guru
Menurut dia, LI dibakar di dapur rumahnya menggunakan bensin.
"Dia lihat pas diguyurnya juga pakai bensin," jelas Maryani, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Kamis (8/4/2021).
Warga sekitar baru mengetahui peristiwa pembakaran setelah sang bocah berteriak minta tolong.
"Kalau enggak ada anak kecil yang teriak, warga sini mungkin juga pada enggak tahu," sambungnya.
Seorang tetangga korban, Mista (40), mengaku langsung membawa handuk basah seusai mendengar teriakan bocah itu.
Mulanya Mista menduga kebakaran tersebut disebabkan karena kebocoran gas.
Baca juga: Ucapan Istri Korban pada Pelaku sebelum Lihat Suaminya Dibakar Hidup-hidup oleh Tetangga
Baca juga: Buka Pintu untuk Sambut Suami Pulang Kerja, Istri Malah Melihatnya Dibakar Hidup-hidup oleh Tetangga
Karena itu, ia tak menyangka LI lah yang ternyata terbakar hingga tewas.
"Saya denger ada anak teriak-teriak, terus beberapa ibu-ibu ke sana," tutur Mistah.
"Saya pikirnya gas bocor, saya bawa handuk terus dibasahin pas lari ke sana (lokasi)."
Mista menambahkan, saat kejadian, ia masih tak menyadari yang terbakar adalah manusia.
Hingga akhirnya, korban yang terlalap api bergerak meminta tolong.
"Awalnya saya kira tumpukan kain yang terbakar, ternyata gerak-gerak."