Terkini Daerah
Bawa Pedang 1 Meter, Pria di Pamekasan Peragakan Reka Adegan saat Salah Bunuh Bocah 9 Tahun
Tersangka kasus pembunuhan Uli Abrori alias UA (20) melakukan reka ulang adegan saat ia menghabisi bocah berinisial AT (9).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Tersangka kasus pembunuhan Uli Abrori alias UA (20) melakukan reka ulang adegan saat ia menghabisi bocah berinisial AT (9).
Dilansir TribunWow.com, diketahui bocah tersebut masih duduk di bangku kelas II SD.
UA adalah warga Kelurahan Karang Duwe, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Baca juga: Niat Bunuh Ustaz karena Dendam, Pria di Sumenep Keliru Tebas Anak Kecil yang sedang Tidur
Reka ulang adegan pembunuhan dilakukan di area Satreskrim Polres Pamekasan, Senin (5/4/2021).
Peristiwa itu sendiri terjadi Minggu (7/3/2021) lalu sekitar pukul 23.45 WIB.
UA memeragakan 12 adegan saat ia membunuh AT di kediaman korban di Dusun Ombul, Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Saat tiba, UA tampak berbeda penampilannya dengan waktu ia ditangkap pada 8 Maret 2021 lalu karena rambutnya kini terpangkas rapi.
Dalam tayangan di kanal YouTube Surya, Selasa (6/4/2021), terlihat awal mula UA datang ke rumah korban.
Ia membawa alat peraga pedang sepanjang 108 sentimeter dengan tangan kanan.
UA sempat berhenti di depan teras rumah korban.
Awalnya ia berniat membunuh ayah korban, yakni Ustaz Karimullah.
UA lalu membuka sarung pedangnya di teras.
Sarung itu diletakkan di teras rumah korban.
Baca juga: Kronologi Pria Pamekasan Bunuh Bocah SD Anak Ustaz, Pelaku Tuding Ayah Korban Buat Sakit Keluarganya
Ia mendobrak pintu rumah dengan cara menendang keras.
Setelah itu tersangka menuju kamar yang ada di sebelah kiri rumah.
Di pojok kamar UA melihat ada seseorang yang sedang tidur dengan posisi miring ke kanan dan berselimut.
Ia langsung mengayunkan pedang ke bagian tempurung kepala belakang korban.
Seketika korban bangun dan membuat UA terkejut.
Ternyata sosok yang tidur itu adalah anak Karimullah, yakni AT yang masih bocah.
Merasa sudah telanjur melukai korban, UA melanjutkan dengan menebas leher korban sebanyak tiga kali.
Ia mengaku kasihan jika korban harus menderita luka semasa hidup, sehingga ia menghabisi nyawa korban.
Dikutip dari SuryaMalang.com, sebelumnya Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Adhi Putranto mengonfirmasi kejadian tersebut setelah tersangka berhasil ditangkap.
"Korban ini warga Dusun Ombul, Desa Taraban, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan," kata Adhi Putranto, Senin (8/3/2021).
"Korban dibunuh di rumahnya sekitar pukul 23.45 WIB, Minggu 7 Maret 2020, kemarin," jelasnya.
Lihat videonya mulai dari awal:
Pernah Sakit Hati
Dikutip dari Surya.co.id, diduga kasus itu dipicu rasa sakit hati UA terhadap Karimullah.
Karimullah sehari-hari bekerja sebagai guru ngaji.
Satu tahun lalu terjadi konflik antara Karimullah dengan tersangka.
Saat itu anggota keluarga UA ada yang menderita sakit, lalu UA menuding Karimullah menjadi penyebabnya.
Cekcok itu berhasil ditangani baik-baik melalui mediasi aparat desa.
Selain itu, diketahui bibi UA dan ibu korban, K (42), masih punya hubungan darah.
UA kerap bepergian antara Sumenep-Pamekasan sesuai hobinya mengoleksi barang antik.
Baca juga: Jasad Pegawai DLH Ditemukan Dalam Karung, Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Ini Keterangan Polisi
Beberapa hari sebelum kejadian, keponakan pelaku yang masih balita tersiram air panas di rumah bibi UA.
Namun UA menuding kejadian itu disebabkan Karimullah.
Ia kembali melabrak Karimullah dan terjadi konflik.
Cekcok itu sampai diselesaikan di rumah kepala desa.
Menurut warga sekitar, UA dikenal memang sosok yang temperamental dan kerap menyimpan dendam.
Ia bahkan pernah mengancam Karimullah, hingga membuat ustaz tersebut ketakutan dan berniat melapor ke Polsek LArangan.
Diketahui sehari sebelumnya UA sempat datang ke rumah korban untuk mencari Karimullah, tetapi yang bersangkutan tidak ada di rumahnya. (TribunWow.com/Brigitta)
Sebagian artikel ini diolah dari SuryaMalang.com dengan judul Samurai Salah Sasaran, Kepala Bocah SD di Pamekasan Ditebas Tapi Masih Hidup, Endingnya Sadis Banget dan Surya.co.id dengan judul KRONOLOGI Pemuda di Pamekasan Bunuh Bocah SD akibat Dendam dengan Orangtuanya, Pelaku Tempramental.