Teroris Serang Mabes Polri
Sosok Muchsin Kamal, Penjual Senjata Online ke ZA: Eks Teroris yang Anti-ISIS dan Pebisnis Sukses
Pengamat terorisme Al Chaidar Abdurrahman Puteh mengungkapkan sosok Muchsin Kamal (MK) alias Imam Muda yang diketahui menjual senjata.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pengamat terorisme Al Chaidar Abdurrahman Puteh mengungkapkan sosok Muchsin Kamal (MK) alias Imam Muda yang diketahui menjual senjata secara daring (online).
Dilansir TribunWow.com, MK merupakan sosok penjual senjata kepada Zakiah Aini alias ZA (26), pelaku penyerangan terhadap Mabes Polri, Jakarta pada Rabu (31/3/2021).
MK kemudian ditangkap pada Kamis (1/4/2021) di Syiah Kuala, Banda Aceh.
Baca juga: Rekam Jejak Penjual Senjata ke Penyerang Mabes Polri, Sempat 2 Hari Ikut Latihan Teroris
Al Chaidar mengaku mengenal sosok MK tersebut.
Ia menyebut MK memiliki beberapa bisnis layaknya warga Pidie, Aceh pada umumnya.
"Seperti kebiasaan pedagang di wilayah Pidie yang taat beragama dan rasional dalam mengelola bisnis, dia sangat sukses dalam berbagai bisnis, perkebunan sawit, dagang airgun, jual beli bedil angin, dan perkebunan alpukat," tutur Al Chaidar, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (4/4/2021).
Ia menyebut MK tidak tahu senjata yang dibeli ZA darinya digunakan untuk menyerang Mabes Polri.
Diketahui MK merupakan mantan teroris yang kini telah bertobat, serta tidak setuju dengan pandangan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
ZA diduga terpengaruh pandangan ISIS dalam melakukan teror.
"Sebelum penangkapan kemarin sempat komunikasi beberapa rekannya, dan mereka berani menjamin MK tidak tahu menahu dengan aksi lone wolf Zakiah Aini di Mabes Polri Jakarta," kata Al Chaidar.
"MK sangat anti terhadap ISIS dan membawa pemahaman yang sangat moderat setelah keluar dari penjara," jelasnya.
Baca juga: Penjelasan Eks Teroris Sofyan Tsauri soal Serangan Mabes Polri: Nekat Sekali Sudah Yakin akan Mati
Al Chaidar menegaskan MK kini tidak pernah terlibat jaringan terorisme manapun.
"Tidak ada kaitan apapun dengan terorisme, cuma saja kadarullah pembelinya melakukan aksi yang menyalahgunakan fungsi dari airgun itu sendiri dan tentu juga keliru dari sisi agama," kata pengamat dari Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe ini.
Al Chaidar menyebut dirinya mendapat informasi MK dapat menjual puluhan unit senjata secara daring setiap harinya.
Ia membeberkan MK pernah terlibat latihan teroris di Bukit Jalil pada 2010 hingga kemudian ditangkap dan ditahan 8 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/muchsin-kamal-alias-imam-muda-kiri-pria-yangza44221.jpg)