Teroris Serang Mabes Polri
ZA Pelaku Teror Mabes Polri Pernah Hidup Normal, Keluarga Yakin Ada yang Membimbing
ZA sempat dikenal sebagai seorang gadis normal pada umumnya yang ramah dan pandai bergaul hingga suatu ketika tiba-tiba jadi menutup diri.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Zakiah Aini alias ZA (25), pelaku penyerangan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, dikenal sempat memiliki kehidupan layaknya gadis normal pada umumnya.
Sebelum tewas seusai menyerang Mabes Polri, pada Rabu (31/3/2021), pelaku sempat menunjukkan perubahan sikap yang drastis.
Pihak keluarga bahkan menduga ZA dipengaruhi oleh orang lain sehingga nekat melakukan aksi penyerangan.

Baca juga: Eks Napi Terorisme Ngaku Heran ZA Nekat Serang Mabes Polri Cuma Pakai Senapan Angin: Stres atau Apa?
Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, warga sekitar mengenal ZA sebagai gadis pada umumnya ketika masih Sekolah Dasar (SD).
Hal tersebut diungkapkan oleh Tioria (56) selaku tetangga ZA di Gang Takwa, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.
Tioria mengaku sudah mengenal ZA sejak masih bayi.
Anak bungsu dari lima bersaudara itu dulu kerap bermain dan bergaul dengan anak-anak sepantarannya seperti bocah pada umumnya.
Kemudian perubahan mulai terlihat sejak ZA masuk ke jenjang SMP yang jadi jarang bergaul dengan warga sekitar.
"Saat masih SD, almarhum (Zakiah) sering bermain dengan anak-anak lainnya di lingkungan ini. Tapi sejak duduk di bangku SMP, dia sempat menghilang sudah jarang terlihat," ungkap Tioria ditemui di dekat lingkungan rumah Zakiah Kamis (1/4/2021).
Tioria menduga ZA dipengaruhi oleh pihak luar karena keluarga dan lingkungan tempat ZA tumbuh besar normal-normal saja.
"Kalau disini lingkungan biasa-biasa saja. Ada arisan, ada pengajian rutin antara RT, ada kumpul-kumpul. Orang tua almarhum juga selalu terlibat dalam setiap kegiatan," kata Tioria.
Kehidupan saat Kuliah
Keterangan serupa diberikan oleh CC selaku rekan ZA saat berkuliah di Universitas Gunadarma.
Mengambil jurusan akuntansi, ZA dikenal seperti gadis pada umumnya, ramah, bahkan cenderung pintar.
"Dulu mah baik. Supel lagi. Terus baik suka mengajari teman," ucap CC melalui pesan singkat kepada TribunJakarta.com, pada Kamis (1/4/2021).
CC pun terkejut dan tidak mengerti mengapa ZA di-drop out di tengah masa studi.
ZA diketahui hanya mengikuti perkuliahan hingga semester 5 sebelum akhirnya DO.
Baca juga: Polri Ungkap Dugaan Cara ZA Selundupkan Senjata Masuk ke Mabes Polri: Memang Lolos dari Penjagaan
Yakin Ada Pengaruh Luar
Keluarga ZA khususnya sang ayah, meyakini putrinya itu dipengaruhi oleh pihak lain.
Hal tersebut disampaikan oleh Tioria selaku tetangga ZA.
"Iya memang benar. Kami sebagai warga sekitar pun tidak percaya. Katanya ada orang yang menuntun dia ada yang bawa dia bapaknya bilang gitu," ujar Tioria, Kamis (1/4/2021).
"Karena anak seperti itu masih labil lah ketika diajak, ya dia mau," ungkapnya.
Baca juga: Isi Map Kuning hingga Unggahan Terakhir IG ZA Penyerang Mabes Polri, Sempat Pamitan ke Keluarga
Tioria bercerita, keluarga ZA sempat panik saat hari H penyerangan, sebab ZA yang biasa mengurung diri di rumah tiba-tiba keluar dan tak pulang-pulang sejak pergi pada pagi hari.
M Ali selaku ayah ZA hampir melapor kepada polisi karena putrinya tak kunjung pulang.
"Dia mau lapor (polisi) itu kirain putrinya itu engga pulang," cerita Tioria.
Belum sempat melapor polisi, M Ali dan keluarga lebih dulu didatangi oleh pihak kepolisian dan mendapat kabar soal aksi ZA menyerang Mabes Polri. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini diolah dari Tribunjakarta.com dengan judul 'Ma, Zakiah Keluar Sebentar' Kata ZA Pamit Sebelum Serang Mabes Polri, Keluarga Berniat Lapor Polisi, Terkuak Pergaulan Penyerang Mabes Polri Semasa Kuliah di Depok, Temannya: Kaget Banget Pas Tahu, dan Wartakotalive dengan judul Kerap Main dengan Tetangga, Zakiah Hilang dari Peredaran Sejak Masuk Masa Puber