Isu Kudeta Partai Demokrat
AHY Tantang Moeldoko Jawab Tudingan Perpecahan di Demokrat: Telah Keluar dari Akal Sehat
AHY menantang Moeldoko untuk menjawab tudingan yang dilontarkan soal adanya pertaruangan ideologis di tubuh Partai Demokrat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Belum lama ini, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menuding ada pertarungan ideologis yang tengah terjadi di tubuh Partai Demokrat.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menganggap kubu Moeldoko tengah kebingungan karena tak bisa membuktikan keabsahan kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang.
AHY bahkan menantang Moeldoko untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan pertarungan ideologis di tubuh Partai Demokrat.

Baca juga: Akhirnya Buka Suara, Moeldoko Bongkar Alasan Bersedia Jadi Ketum Demokrat Versi KLB: Ada Kekisruhan
Baca juga: Kubu Moeldoko Mau Bersihkan Demokrat Pakai Nazaruddin, Kubu AHY Heran: Sudah Ngawur
Hal itu disampaikan oleh AHY dalam acara Konferensi Pers Ketua Umum Partai Demokrat | Menguak Kebenaran III: Respons Demokrat Terhadap Pernyataan KSP Moeldoko, Senin (29/3/2021).
Diunggah lewat kanal Youtube Agus Yudhoyono, AHY juga menjawab soal langkah Demokrat kubu Moeldoko yang menyelenggarakan konpers di Hambalang.
Menurutnya, hal itu hanyalah upaya kubu Moeldoko untuk menjelek-jelekkan nama Partai Demokrat.
Ia lalu mengungkit tudingan yang dikeluarkan oleh Moeldoko soal pertentangan ideologi.
"Ada upaya KSP Moeldoko untuk mendiskreditkan Partai Demokrat dengan isu pertentangan ideologi menuju pemilu 2024," kata AHY.
Putra sulung dari Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menantang Moeldoko untuk memberikan kejelasan soal tudingan tersebut.
"Kami semua bertanya pertentangan ideologi seperti apa yang KSP Moeldoko maksudkan," tantang AHY.
"KSP Moeldoko harus menjawab pertanyaan mendasar ini agar tidak menyulut kemarahan kader dan simpatisan Partai Demokrat yang semakin besar," lanjutnya.
Ia menyimpulkan, apa yang dilakukan oleh Moeldoko adalah upaya untuk mendiskreditkan citra Partai Demokrat sehingga pada saat yang pas, Moeldoko bisa tampil sebagai pahlawan.
"Bertujuan agar KSP Moeldoko mendapatkan pembenaran untuk tampil sebagai 'penyelamat'," sindir AHY.
"Ini adalah lagu lama yang mudah ditebak," lanjutnya.
"Makin menunjukan bahwa KSP Moeldoko dan gerombolannya tidak punya alasan yang fundamental dan telah keluar dari akal sehat," pungkas AHY.
Baca juga: Demokrat Kubu KLB Akui Moeldoko Tahu akan Ada Konpers di Hambalang: Itu Hasil Rapat