Breaking News:

Terkini Nasional

Megawati Beri Kode Bakal Turun Tahta di PDIP, Hasto Kristiyanto: Beliau Sebenarnya Kritik

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud ucapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

YouTube PDI Perjuangan
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara Peresmian Patung Bung Karno, Sekolah Partai, Kantor DPD dan DPC PDI Perjuangan, Rabu (28/10/2020). Terbaru, Megawati menyinggung kemungkinan dirinya mundur dari jabatan Ketua Umum PDIP. 

TRIBUNWOW.COM - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan maksud ucapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dilansir TribunWow.com, hal itu Hasto sampaikan dalam tayangan Kabar Petang di TvOne, Sabtu (27/3/2021).

Diketahui dalam sebuah acara peluncuran buku secara virtual, Megawati menyinggung kemungkinan akan segera turun dari jabatannya di partai.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Baca juga: Respons PDIP soal Ganjar Pranowo Ajek di 3 Besar Capres 2024: Buka Kartu Belum Menguntungkan

Ia juga mengungkap nasib partai selanjutnya jika dipimpin orang lain.

Menurut Hasto, ungkapan Megawati itu sebenarnya merupakan kritik internal.

"Kalau kita lihat pernyataan secara utuh dari Ibu Megawati, yang pertama dia sebenarnya memberikan kritik motif orang berpartai terlebih ingin menjadi ketua umum itu karena motif kapital, motif kekuasaan," jelas Hasto.

"Padahal berbeda dengan PDI Perjuangan. Motif yang diinginkan adalah membangun bangsa dan negara," lanjutnya.

Hasto menilai Megawati sebagai ketua umum partai ingin membangun kesadaran banyak orang untuk berpartai dengan alasan yang tepat.

"Bukan sekarang elit yang dia merasa punya dana, punya kepentingan jangka pendek, kemudian masuk mau mengambil alih partai politik," singgung Hasto.

Baca juga: Politikus PDIP Berkelit saat Ditanya soal Perjanjian Batu Tulis antara Prabowo-Mega: Tak Pernah Ada

Selanjutnya ada alasan lain Megawati mengungkapkan sentilan seperti itu, yakni terkait regenerasi kepemimpinan partai.

Hasto menerangkan regenerasi ini berfungsi mempertahankan partai di kemudian hari.

"Kemudian yang kedua kami diingatkan tentang pentingnya proses regenerasi di dalam tubuh partai," papar Hasto.

"Regenerasi ini 'kan fungsi dasar partai politik selain rekrutmen, pendidikan politik, kaderisasi, bagaimana partai mengambil keputusan politik untuk rakyat, bagaimana komunikasi politik dijalankan dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Hasto menyebut mantan Presiden RI kelima itu menyadari suatu saat dirinya akan digantikan dari kursi ketua umum.

"Ibu Megawati juga menyadari bagaimana hukum alam, karena itulah partai sejak awal diminta menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya, menjadi wahana bagi hadirnya kepemimpinan yang ideologis," ungkap Hasto.

Menurut dia, kini PDIP fokus kepada mengembangkan kepemimpinan yang kuat dan menyiapkan calon pengganti melalui kongres keenam yang akan segera diselenggarakan.

"Seorang pemimpin dinilai berhasil ketika mempersiapkan suksesornya," tambah Hasto.

Lihat videonya mulai dari awal:

Politikus PDIP Berkelit saat Ditanya soal Perjanjian Batu Tulis antara Prabowo-Mega

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved