Terkini Daerah
Polisi Tangkap 7 Remaja yang terlibat Prostitusi Online di Samarinda, 1 Orang tengah Hamil
Polisi membongkar prostitusi online anak di bawah umur di sebuah hotel melati di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (19/3/2021).
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Polisi membongkar prostitusi online anak di bawah umur di sebuah hotel melati di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (19/3/2021).
Polisi dibantu Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCA-PPA) Kaltim, saat menciduk tujuh remaja yang berada dalam satu kamar hotel.
Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan alat isap sabu.
Tiga orang remaja positif narkoba setelah menjalani tes urine.
"Kita amankan empat perempuan dan tiga laki-laki usia di bawah umur," ungkap Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Akhmad Wira saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (19/3/2021).
Baca juga: Pandemi Jadi Alasan Cynthiara Alona Terlibat Prostitusi Online, Polisi: Tawarkan Anak di Bawah Umur
Baca juga: Cynthiara Alona Terjerat Kasus Prostitusi Online setelah Digerebek Polisi sebagai Pemilik Hotel
Para remaja itu menjajakan diri secara daring menggunakan aplikasi MiChat.
Ketua TRCA-PPA, Rina Zainun menambahkan, dari empat remaja perempuan yang membuka layanan seks itu, satu di antaranya tengah hamil dengan usia kandungan satu bulan.
Sementara tiga orang lainnya positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine.
Baca juga: Potret Kamar Hotel Cynthiara Alona yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Punya Fasilitas Lengkap
"Yang cewe itu semua Open Bo, kita tidak dapati mereka sedang "begituan" tapi mereka berkumpul di sana (kamar hotel), mereka mengakui memang sedang tunggu pelanggan, bahkan ada yang sudah sebulan di sana," katanya.
"Kamar itu dijadikan markas, mereka gunakan bersama, satu masuk, satu keluar secara bergantian pakai kamar jika ada pelanggan," sambung dia.
Setelah diperiksa polisi, dari pengakuan para korban, ada yang mengaku ingin beli ponsel.
Kini mereka dalam pembinaan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCA-PPA) bersama dengan polisi.
"Kami juga koordinasi dengan orangtua mereka memberitahu dan turut memberi pembinaan," jelasnya.(*)