Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Ngaku Kena Prank, Loyalis Anas Urbaningrum Sebut SBY Pengkhianat: Bukan Melambung, Malah Terhempas

Gejolak internal Partai Demokrat kian memanas, kali ini, keburukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dibeberkan oleh loyalis Anas Urbaningrum.

Tayang:
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono menyapa kader saat menghadiri pembukaan saat Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (15/3/2020). Gejolak internal Partai Demokrat kian memanas, kali ini, keburukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dibeberkan oleh loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika, Jumat (19/3/2021). 

"Ditanya lah. 'Kamu (I Gede Pasek) kenapa mau minta saya (SBY) jadi ketua umum?' (SBY) Sempat menawarkan kenapa nggak bu Ani saja (yang jadi ketua umum)," ujarnya.

I Gede Pasek menjelaskan jika SBY tidak maju, maka akan terjadi kompetisi kembali di internal Demokrat. Bila kubu SBY mengajukan Marzuki Alie, kubu Anas akan mengajukan Saan Mustopa. Menurutnya kompetisi itu hanya akan menghabiskan energi. 

Mendengar alasan tersebut, SBY kemudian menyambut gembira tawaran itu dengan syarat Anas dan kawan-kawannya mampu memastikan terjadinya aklamasi. 

I Gede Pasek pun memastikan aklamasi kepada SBY akan terjadi sepanjang Marzuki Alie tidak maju dalam kongres luar biasa (KLB). SBY merespon dengan berkomitmen akan menyatukan partai jika dirinya terpilih sebagai ketua umum. 

Kabar ini disampaikan langsung ke Anas sepulang I Gede Pasek dari Istana. Kala itu, Anas disebutnya tertawa dan langsung bereaksi dengan menghubungi DPD serta DPC via telpon untuk memberikan dukungan ke SBY.

"Banyak yang kaget kenapa diarahkan milih SBY. Mas Anas waktu itu bilang, 'sudahlah biar semua selamat pilih SBY aja dulu, nanti urusan saya belakangan lah yang penting proses teman-teman nyaleg'," kata I Gede Pasek. 

Singkat cerita, KLB yang digelar di Bali secara aklamasi memilih SBY sebagai ketua umum. Anas dan I Gede Pasek sengaja tak hadir dalam KLB. 

SBY sendiri mengabarkan kemenangannya melalui pesan Black Berry Messenger (BBM) kepada I Gede Pasek. Lantas, SBY meminta usulan nama-nama dari Anas dan loyalisnya untuk dimasukkan ke dalam kepengurusan DPP Partai Demokrat

"Selesai beliau terpilih, beliau BBM ke saya. 'KLB sudah selesai secara aklamasi, sampaikan juga terimakasih untuk bung Anas dan mohon usulan nama-namanya untuk kepengurusan di DPP'," ujar I Gede Pasek yang kemudian menunjukkan pesan itu kepada Anas. 

Keesokan harinya, I Gede Pasek mengirimkan usulan nama-nama yang diminta SBY. Namun dia tak menyangka bahwa dari seluruh nama yang diusulkan itu hanya Saan Mustopa yang masuk kepengurusan. 

"Bayangan saya, saya sebagai orang politik, investasi politik lebih banyak lah ya. Dari ide, menggarap, mengamankan Anas, melancarkan semua, kayaknya jabatan saya ini pasti melambung naik lah."

"Eh ternyata bukannya melambung, malah terhempas. Hilang cuma tersisa satu (Saan Mustopa), itu pun jabatannya memang dulu disitu. Yang lain hilang kena prank," tegasnya. 

Baca juga: Bandingkan Sifat SBY, Jhoni Allen Sebut Moeldoko Ideal Jadi Ketum Demokrat Ganti AHY: Paling Dengar

I Gede Pasek kaget dan tak menyangka SBY yang dipercayanya sebagai orang bersih, cerdas dan santun mampu mempermainkannya (prank, - red). 

Bahkan SBY disebutnya tak pernah meminta maaf atas nama-nama yang hilang serta menganggap seperti tidak pernah terjadi apa-apa. 

"Di situ saya kaget betul. Nggak menyangka orang sekelas kepala pemerintahan, kepala negara, tingkat pendidikan sangat tinggi, kita bicara dari hati ke hati, kemudian bisa mengkhianati dengan cara dingin begitu."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Tags:
Partai DemokratKudetaAnas UrbaningrumSBY
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved