Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Ngaku Kena Prank, Loyalis Anas Urbaningrum Sebut SBY Pengkhianat: Bukan Melambung, Malah Terhempas

Gejolak internal Partai Demokrat kian memanas, kali ini, keburukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dibeberkan oleh loyalis Anas Urbaningrum.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono menyapa kader saat menghadiri pembukaan saat Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (15/3/2020). Gejolak internal Partai Demokrat kian memanas, kali ini, keburukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dibeberkan oleh loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika, Jumat (19/3/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Gejolak internal Partai Demokrat kian memanas, kali ini, keburukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dibeberkan oleh loyalis Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika.

I Gede Pasek Suardika mengaku diprank oleh SBY  setelah mantan presiden RI itu menjadi ketua umum Partai Demokrat, menggantikan Anas Urbaningrum.

Ia bahkan mengaku kaget dan tak menyangka SBY bisa melakukan pengkhianatan terhadap sejumlah orang dengan cara yang dingin.

Baca juga: Curhatan SBY soal Kelakuan Sahabat yang Melukai: Malam Itu Cikeas bagai Kota Mati, Suasana Mencekam

Hal tersebut diungkapkan oleh I Gede Pasek dalam wawancaranya dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Jumat (19/3/2021).

Diketahui, Anas mundur tepat satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 22 Februari 2013.

I Gede Pasek saat itu mengajak Anas berdiskusi terkait nasib kawan-kawannya yang bersiap nyaleg dalam pemilu yang akan datang. Sebab tahapan pemilu sudah mulai digelar. 

"Suatu malam saya ke tempat mas Anas di Duren Sawit. Kita diskusilah ngomongin nasib teman-teman. 'Mas ini bagaimana? Teman-teman itu nunggu apakah pindah partai atau tetap seperti ini, siapa nanti penggantinya mas Anas'," ucap I Gede Pasek Suardika.

Dia lantas melontarkan ide bagaimana jika Anas dan loyalisnya sepakat mendukung SBY mengisi posisi ketua umum yang ditinggalkan Anas. 

Diharapkan hal tersebut membuat Partai Demokrat bersatu dan kawan-kawannya aman untuk mencalonkan diri dalam pemilu. 

SBY saat itu diketahui menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat

Halaman
1234
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved