Breaking News:

Tim Indonesia Mundur dari All England

Hari Ini, Tim Indonesia akan Lakukan Tes PCR seusai Dipaksa Mundur dari All England 2021

Tim badminton Indonesia di Inggris dijadwalkan menjalani tes PCR pada hari ini yang dilakukan oleh pihak KBRI di Inggris.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
YouTube Badminton Indonesia
Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia, Ricky Subagja menyampaikan bahwa tim badminton Indonesia di Inggris akan melakukan tes PCR, pada Sabtu (20/3/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Tim badminton Indonesia yang saat ini masih berada di Inggris, pada hari Sabtu (20/3/2021) ini dijadwalkan akan melakukan tes PCR setelah dipaksa mundur dari kejuaraan All England Open 2021.

Hal ini menjadi kali pertama mereka melakukan tes PCR seusai dikarantina sejak Sabtu (13/3/2021) kemarin akibat satu pesawat dengan penumpang yang positif Covid-19.

Seusai melakukan tes PCR, tim Indonesia akan segera kembali ke tanah air.

Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya mengaku sempat berdebat dengan National Health Service (NHS). Perdebatan tersebut dipicu oleh kontroversi tim Indonesia yang dipaksa mundur dari All England 2021.
Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya mengaku sempat berdebat dengan National Health Service (NHS). Perdebatan tersebut dipicu oleh kontroversi tim Indonesia yang dipaksa mundur dari All England 2021. (Istimewa via WARTAKOTAlive.com)

Baca juga: Tuntut Keadilan di All England, Marcus Gideon Tantang Semuanya Karantina: Semua di Lapangan Contact

Pengumuman itu disampaikan oleh Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia, Ricky Subagja lewat kanal YouTube Badminton Indonesia, Sabtu (20/3/2021).

Awalnya, Ricky memberikan pujian kepada Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya yang telah berjuang membantu tim badminton Indonesia.

"Luar biasa sangat-sangat membantu kegiatan kita yang akan kita lakukan," kata Ricky.

Ricky bercerita, Dubes Desra langsung menemui National Health Security (NHS) untuk memastikan para tim Indonesia bisa pulang lebih cepat ke tanah air.

Hasilnya, pada Sabtu ini, para atlet asal Indonesia akan segera melakukan tes PCR sebeum pulang ke tanah air.

"Hari ini kita melakukan PCR," kata Ricky.

Ricky menyampaikan, proses tes PCR sudah mendapat izin dari pemerintah Inggris dan penyelenggara All England Open 2021.

"PCR yang dilakukan oleh KBRI, seluruhnya sudah mendapatkan izin baik dari NHS juga dari panitia All England."

"Sehingga hari ini kita bisa melakukan PCR dan mudah-mudahan, besok keseluruhan tim hasilnya negatif," papar Ricky.

Apabila hasil tes Covid-19 negatif, Ricky mengatakan, tim Indonesia akan pulang pada Minggu (21/3/2021) besok.

Sebagai informasi, tim Indonesia dipaksa mundur akibat saat penerbangan dari Istanbul, Turki ke Birmingham, Inggris pada Sabtu (13/3/2021), terdapat penumpang pesawat yang dinyatakan positif Covid-19.

Setelah itu, sejumlah pemain Indonesia mendapat email dari National Health Service (NHS) bahwa mereka diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri karena satu pesawat dengan penumpang positif Covid-19 yang sampai saat ini belum diketahui siapa dan duduk di mana saat di pesawat.

Kemudian pada Rabu (17/3/2021) malam, BWF mengumumkan bahwa tim Indonesia harus mundur dari perhelatan All England Open 2021.

Baca juga: Jokowi Instruksikan RI Tak Tinggal Diam soal All England Open 2021, Minta Para Atlet Segera Diselamatkan

Simak videonya mulai menit ke-1.34:

Dubes RI: Saya Bukan Medis Tapi Saya Punya Logika

Sebelumnya diberitakan, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya mengaku sempat berdebat dengan National Health Service (NHS).

Dilansir TribunWow.com, perdebatan tersebut dipicu oleh kontroversi tim Indonesia yang dipaksa mundur dari All England Open 2021.

Desra mengaku tak bisa menerima alasan penyelenggara All England Open 2021 hingga memaksa tim Indonesia mundur.

Hal itu diungkapkannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Jumat (19/3/2021).

Sebelumnya, tim Indonesia dipaksa mundur dari All England Open 2021 karena satu pesawat dengan penumpang terkonfirmasi Covid-19.

Tim Indonesia diminta karantina mandiri selama 10 hari hingga terpaksa angkat kaki dari ajang All England Open 2021.

"Saya juga sampaikan ke NHS, kita berdebat pakai logika," kata Desra.

"Saya bukan orang medis tapi saya punya logika."

Baca juga: Sebut BWF Tak Baik Melaksanakan All England, Dubes RI untuk Inggris: Terjadi Unfair Treatment

Menurut Desra, ketidakadilan begitu tampak dalam keputusan tersebut.

Pasalnya, tim Turki yang satu pesawat dengan tim Indonesia tak diminta mundur dari ajang All England Open 2021.

"Satu orang pemain Turki dikatakan positif, karena itu dalam satu pesawat, maka tim kita dikatakan close contact," jelas Desra.

"Terus kita disuruh isolasi mandiri kan."

"Logikanya adalah ini pertandingan sudah berjalan beberapa hari, bahkan panitia kelupaan."

"Kelupaan atau apa enggak tahu, ini kembali lagi masalah kompetensi," sambungnya.

Desra menyebut, tim Turki seharusnya juga turut dipaksa mundur dari All England Open 2021.

Pasalnya, selain satu pesawat dengan pasien Covid-19, mereka juga sudah beberapa hari bertanding sebelum masalah ini jadi sorotan.

"Menarik pemain Turki, pemain Turki satu pesawat dnegan tim Indonesia," ujar Desra.

"Mereka semua sudah bergaul, bergabung, bermain."

"Logikanya, mereka juga close contact dong?"

"NHS memahami itu close contact, makanya NHS meminta PCR untuk semua," tandasnya. (TribunWow.com/Anung/Tami)

Berita lain terkait All England Open 2021

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Tim IndonesiaAll England OpenPolymerase Chain Reaction (PCR)InggrisBadmintonBulutangkisTribunWow.comRicky Subagja
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved