Terkini Daerah
Rian Bogor Ngaku Benci Wanita karena Panik dan Tutupi Fakta, Polisi: Dia Normal Pernah Dekati Wanita
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meragukan pembunuh berantai Rian alias MRI (21) terkait pengakuan dirinya membenci wanita.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Terdapat kesamaan pola dalam pembunuhan tersebut, yakni awalnya pelaku berkenalan lewat media sosial Facebook sebelum dibawa ke Puncak, Bogor.
Hal itu ditanyakan Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto.
"Setelah kamu bunuh, kamu pilih lokasi di Jembatan II Cilebut sama yang di Gunung Geulis itu kenapa?" tanya Dhoni Erwanto.

Ia mengaku tidak tahu lokasi di kawasan tersebut.
"Karena saya memang tidak tahu," jawab Rian.
"Tidak tahu lokasinya?" tanya Dhoni.
Rian mengiyakan pertanyaan tersebut.
Ia mengaku bingung di mana harus meletakkan jenazah wanita yang telah dibunuhnya.
"Bingung atau seperti apa?" tanya Dhoni lebih lanjut.
"Bingung," Rian mengakui.
Baca juga: Rian Bogor Mengaku Tiba-tiba Keberaniannya Menggebu-gebu saat Hendak Bunuh Korban Kedua
Penyidik kembali bertanya tentang lokasi persisnya Rian meletakkan jenazah kedua korban yang ditemukan di tepi jalan.
Ia bertanya pertimbangan Rian memilih lokasi tersebut.
"Makanya saat itu kamu menempatkan di pinggir jalan? 'Kan semuanya di pinggir jalan ini (peletakkan jenazah korban)," singgung Dhoni.
"Yang terpikir di kamu pada saat itu apa? Apakah karena tempat itu sepi, apakah karena tempat itu gelap? Atau seperti apa?" cecarnya.
"Sepi dan gelap," ungkap Rian.
Rian menuturkan saat itu kondisi jalan sepi, tidak ada orang lain yang melintas.
Maka dari itu tidak ada saksi mata terhadap kejadian pembuangan mayat korban.
"Pada saat kamu meletakkan kedua korban ini, apakah sempat ada yang lewat? Atau ada yang mengetahui?" tanya Dhoni.
"Enggak ada," jawab pemuda 21 tahun ini. (TribunWow.com/Brigitta)