Breaking News:

Isu Kudeta Partai Demokrat

Sri Mulyono Sebut KLB Demokrat Mencontoh SBY saat Gantikan Anas Urbaningrum: Kudeta Sesungguhnya

Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Sri Mulyono tanggapi digelarnya kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara.

YouTube/Akbar Faizal Uncensored
Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Sri Mulyono ikut tanggapi persoalan di Partai Demokrat, dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (11/3/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Sri Mulyono tanggapi digelarnya kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).

Dilansir TribunWow.com, Sri Mulyono menyebut bahwa KLB Partai Demokrat yang menghasilkan Kepala Staf (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum adalah mencontoh apa yang sebelumnya dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (11/3/2021).

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan konferensi terkait digelarnya KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan konferensi terkait digelarnya kongres luar biasa KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). (Youtube/KompasTV)

Baca juga: Dicecar Najwa Shihab, Darmizal Bantah Pemilihan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat Hasil Aklamasi

Baca juga: Sebut KLB Demokrat Bukan Sekadar Abal-abal, Bambang Widjojanto: Ini Brutalitas pada Periode Jokowi

Dikatakannya bahwa SBY sendiri juga pernah melakukan kudeta terhadap Anas Urbaningrum pada tahun 2013, yakni saat  masih menjadi presiden.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyono mulanya menyebut ada peran langsung SBY dalam penetapan tersangka Anas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, hal tersebut terbukti dengan bocornya Surat Perintah Penyidik (Sprindik) Anas yang ditandatangi oleh tiga ketua KPK.

Hal itu diperkuat setelah Anas ditetapkan sebagai tersangka, SBY disebut langsung menggelar pertemuan di kediaman di Cikeas.

Dalam pertemuan tersebut pembahasannya tidak lain adalah terkait status dari Anas yang akhirnya secara lisan digantikan langsung oleh SBY.

"Itu bocornya di Cikeas, malam diundang rapat melibatkan Jhoni Allen di sana, SBY bilang, Anas akan diambil kekuasaannya, Pak SBY mengambil posisi ketua umum," ungkapnya.

"Anas disuruh konsentasi ke masalah hukumnya. Ini yang saya bilang penggantian pengambilalihan ini melanggar AD/ART, ilegal, arogan," imbuh Sri Mulyono.

Baca juga: Bukan Moeldoko, Salim Said Sebut SBY yang Pertama Kudeta Demokrat: Kok Dipaksakan AHY Jadi Ketua

Baca juga: Sebut KLB Demokrat Bukan Sekadar Abal-abal, Bambang Widjojanto: Ini Brutalitas pada Periode Jokowi

Sri Mulyono lantas membandingkan apa yang dilakukan SBY itu dengan KLB di Deliserdang.

Ia menambahkan, sikap SBY itulah yang sekarang justru dicontoh oleh para pelaku KLB.

"Nah inilah yang sekarang dicontoh oleh anak-anak ini, teman-teman Demokrat ini, 'Pak SBY aja begitu. Ini kudeta yang sesungguhnya," kata Sri Mulyono.

Setelah itu menurut Sri Mulyono bahwa pengukuhan SBY sebagai ketum Partai Demokrat baru dilakukan di kongres luar biasa (KLB).

"Setelah Anas tersangka, tanggal 23 (Februari 2013) dia mundur sebagai ketua umum partai, kemudian Pak SBY mengambil alih. Sudah mengambil dari tanggal 8 (Maret 2013) menyelenggarakan KLB untuk mengganti Anas," terangnya.

Lebih lanjut, keyakinanya terkait ada intervensi dari SBY soal penetapan Anas sebagai tersangka, diperkuat dengan adanya perintah dari Presiden ke-6 RI itu kepada KPK.

"Saya tambahkan satu lagi, tanggal 4 Februari, Pak SBY bicara dari Jedah memerintahkan KPK, menetapkan status hukum Anas Urbaningrum," ucap Sri Mulyono.

"Pak SBY meminta supaya KPK segera menetapkan status hukum Anas Urbaningrum, 'Kalau bersalah nyatakan bersalah, kalau tidak besalah, mengapa tidak bersalah'. Saya masih hafal itu."

"Tanggal 4 SBY pidato, tanggal 7 Sprindik Anas Bocor. Ini kan jelas intervensi, tanggal 8 dilucuti," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SBY belum menanggapi soal tudingan intervensi KPK yang dilayangkan oleh Sri Mulyono.

Simak videonya mulai menit ke- 58.22:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved