Breaking News:

Terkini Daerah

Kades Bongkar Ibadah Ala Aliran Hakekok di Pandeglang: Bulan Ramadan Hanya 7 Hari Puasa

Para pengikut aliran Hakekok ternyata masih menganggap keberadaan bulan suci Ramadan, namun hanya puasa selama satu minggu saja.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Polisi mengamankan A (52), pimpinan kelompok aliran Hakekok di Mapolres Pandeglang, Jumat (12/3/2021). A dan belasan pengikutnya diduga menjalankan aliran sesat, di antaranya ritual mandi bareng di tempat terbuka di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Polisi mengamankan keris, kemenanya hingga alat kontrasepsi di rumah A. 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 16 orang penganut aliran Hakekok di Pandeglang, Banten telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Bermula dari ritual mandi bersama, masyarakat yang resah kemudian melaporkan para penganut aliran tersebut kepada aparat penegak hukum.

Diketahui, para pengikut aliran Hakekok masih mengikuti ibadah puasa di bulan suci Ramadan, namun dengan caranya sendiri.

Polres Pandeglang telah mengamankan 16 orang yang sempat viral melakukan praktik mandi bareng aliran Hakekok di sebuah kali.
Polres Pandeglang telah mengamankan 16 orang yang sempat viral melakukan praktik mandi bareng aliran Hakekok di sebuah kali. (YouTube TribunbatamID)

Baca juga: Diberi Minuman Misterius oleh Pimpinannya, Pengikut Aliran Hakekok Alami Lupa Ingatan

Fakta tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Banyuasih, Iyat Sanjaya lewat acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Sabtu (13/3/2021).

Awalnya Iyat menyampaikan, masih ada penganut Hakekok lainnya selain yang ditangkap.

"Karena yang kita tangkap hanya yang sedang melakukan ritual saja," ujar dia.

Berdasarkan cerita Iyat, ada seorang penganut aliran Hakekok yang berbohong kepada keluarganya sendiri untuk mengikuti aliran sesat tersebut.

Di antara 16 orang yang diamankan, tiga di antaranya adalah anak kecil.

Menurut keterangan Iyat, anak-anak tersebut hanya mengikuti orangtua mereka.

"Anak kecil itu dia belum tahu apa-apa," jelas dia.

Ketika ditanyakan soal ritual lain yang dilakukan aliran Hakekok, Iyat menyoroti cara ibadah para penganut aliran Hakekok.

"Di bulan Ramadhan hanya tujuh hari puasa," ungkap Iyat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, ritual mandi bareng itu terjadi pada Kamis (11/3/2021) sekira pukul 10.00 WIB.

"Ada 16 orang yang diamankan, terdiri dari lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak," kata Wakapolres Pandeglang, Kompol Riky Crisma Wardana, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.

Lewat pendalaman yang dilakukan oleh pihak kepolisian, aliran Hakekok di Pandeglang baru sekali melangsungkan ritual mandi bersama.

Ritual itu dimaksudkan untuk mensucikan diri dari dosa supaya menjadi manusia yang lebih baik.

Riky menyampaikan, belum bisa dipastikan apakah aliran Hakekok tergolong sesat atau tidak.

"Besok (Jumat) baru akan dilakukan rapat dengan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem). Ada MUI juga untuk menentukan ini aliran sesat atau bukan," kata Riky.

Riky berpesan kepada warga setempat agar tidak merasa resah akan aliran Hakekok ini.

Total 16 orang itu merupakan warga Kecamatan Cigeulis, Pandeglang yakni 8 perempuan, 5 laki-laki, dan 3 anak-anak.

Baca juga: Bupati Pandeglang Minta Pengikut Aliran Hakekok Tak Dijauhi: Mereka Masih Mau Kembali ke Jalan Allah

Gerayangi Tubuh Pengikut Wanita

Masih pada acara yang sama, sebelumnya Kepala Desa Banyuasih, Iyat Sanjaya memaparkan soal rincian ritual mandi bersama aliran Hakekok.

Iyat menjelaskan, ritual dimulai saat mereka bersama pergi dari rumah masing-masing.

Setibanya di pinggir danau, para pengikut aliran Hakekok langsung melakukan ritual mandi bersama.

Baca juga: Sosok Pemimpin Aliran Hakekok yang Viral Lakukan Ritual Mandi Bareng Tanpa Busana, Dikenal Tertutup

Barang-barang pribadi yang dibawa oleh para pengikut aliran Hakekok kemudian dibuang ke danau.

"Menurut mereka apa yang dibawa, termasuk HP, pakaian, itu dilempar ke danau," ujar Iyat.

Iyat mengatakan, para pengikut aliran Hakekok percaya, dengan membuang barang-barang itu akan membersihkan hal-hal kotor dalam diri mereka.

Sang pimpinan aliran yakni Arya, disebut memiliki wewenang untuk menggerayangi tubuh para pengikut wanita.

"Dan untuk imam (pimpinan aliran) tersebut, memegang-megang istri orang," kata Iyat.

Sentuhan pimpinan aliran dipercaya dapat membersihkan hal kotor dalam diri pengikutnya.

Simak videonya mulai menit ke-3.35:

(TribunWow.com/Anung)

Sebagian artikel ini diolah dari Tribunbanten.com dengan judul Video Lokasi Ritual Diduga Aliran Sesat di Pandeglang, 16 Pria dan Wanita Mandi Bareng Tanpa Busana, Menelisik Aliran Hakekok, Lokasinya Berada Jauh di Pedalaman Pandeglang, Pimpinan Aliran Hakekok Dikenal Tertutup, Setelah Ritual Mandi Bareng Lanjut ke Hutan

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Aliran HakekokPandeglangRamadanKepala DesaWanitaritualmandi bersama
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved