Breaking News:

Kecelakaan Bus Sri Padma Kencana

Viral Rekaman CCTV Bus Padma 15 Menit sebelum Jatuh di Tanjakan Cae, Lihat Momen Lewati Lajur Sempit

Momen sebelum bus Sri Padma Kencana mengalami kecelakaan maut menjadi viral di media sosial.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
Capture Instagram @aslisumedang
Rekaman CCTV sebelum bus Sri Padma Kencana terguling di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Usulan itu disepakati.

Imam, korban selamat kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana, mengungkapkan kendaraan tersebut sempat berganti-ganti jalur sebelum melewati Tanjakan Cae, Kamis (11/3/2021).
Imam, korban selamat kecelakaan maut bus Sri Padma Kencana, mengungkapkan kendaraan tersebut sempat berganti-ganti jalur sebelum melewati Tanjakan Cae, Kamis (11/3/2021). (Capture YouTube Kompas TV)

Namun kembali ada yang mengusulkan agar rombongan melewati Wado saja.

"Setelah itu ada inisiatif dari kawan-kawan, bagaimana (kalau lewat) jalur Bandung? Oke, jalur Bandung," papar Imam.

"Terus dari teman-teman ada inisiatif lagi. Kalau jalur Bandung, gimana kalau jalur Wado? Kira-kira sanggup enggak sopirnya?" lanjutnya.

Namun dalam perjalanan, justru tercium bau terbakar dari kampas rem.

Bus kemudian oleng dan masuk ke jurang sedalam 5 meter.

Baca juga: Fakta-fakta Kecelakaan Maut Bus Padma di Cae: Angkut Tur Siswa SMP, hingga Kesaksian Korban Selamat

"Dari awal kampas rem itu sudah tercium bau sangit," ungkap Imam.

"Lalu kita memutuskan melalui jalur (Wado), katanya.

"Mungkin jalur Wado terlalu curam. Di situlah pertama (bus) oleng dulu, lalu dengan kecepatan yang luar biasa (jatuh ke jurang)," ungkap dia.

Dikutip dari Kompas.tv, sopir sempat panik karena tiba-tiba bus melaju terlalu kencang.

"Iya, pas jalur menurun, pas belokan kalau nggak salah, itu kenceng. Kayaknya panik sopirnya," kata Imam.

Menurut imam, awalnya kendaraan dalam kondisi baik.

Namun sejak mulai tercium bau sangit kampas rem, kendaraan mulai tidak dapat dikendalikan sampai akhirnya terjadi kecelakaan maut.

"Kita enggak ada kendala sebetulnya, mobil dalam keadaan prima. Tapi entah mengapa dalam perjalanan tercium bau. Saya tanyakan, ini kenapa mobil bau? Ini biasanya kampas remnya masih baru," papar Imam.

"Ya sudah kalau gitu mah, berarti baguslah nggak ada masalah. Itu terasa pas pulang," tambah dia.

Akibat peristiwa tragis itu, 27 orang meninggal dunia.

Kementerian Perhubungan juga melakukan investigasi terhadap kecelakaan maut itu. (TribunWow.com/Brigitta)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved