Breaking News:

Kecelakaan Maut Bus Sri Padma Kencana

Larangan Pergi Jadi Pesan Terakhir Ibu ke Anaknya yang Tewas dalam Kecelakaan Bus Padma

Sebelum putrinya yang mau menikah itu meninggal dalam kecelakaan, Yayat sempat memperingatkan agar anaknya itu tidak ikut acara ziarah.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
ISTIMEWA via TribunJabar.id
Foto Resa Siti Khoeriyah dipegang kakaknya di rumahnya di Kampung Pasirlaja, Desa Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (11/3/2021). Resa sempat diperingatkan oleh ibunya agar tidak ikut pergi dengan rombongan ziarah. 

Witono bercerita, Resa dan tunangannya akan menikah pada akhir tahun 2021 mendatang.

Tunangan Resa sendiri kini sedang bekerja di Korea Selatan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Sekarang teman lelakinya masih di Korea, jadi TKI. Rencananya, pernikahan dilangsungkan setelah calon suami selesai kontrak dan pulang ke Indonesia akhir tahun nanti," kata Witono.

Duka tak hanya dirasakan oleh keluarga kandung Resa, keluarga tunangan Resa juga merasakan kesedihan yang sama.

"Mereka sudah ke sini, turut berbelasungkawa. Tunangannya yang di sana juga sempat telepon. Dia menangis histeris, tapi dia juga sadar bahwa ini sudah takdir," kata Witono.

Dari total 29 korban tewas, dua di antaranya meninggal dunia seusai dirawat di RSUD Sumedang.

Adapun total penumpang bus tersebut berjumlah 66 orang.

"Korban meninggal dalam perawatan di RSUD Sumedang berjenis kelamin perempuan dua orang. Sehingga total korban meninggal menjadi 29 orang dan korban luka-luka menjadi 37 orang," ujar Kasubag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana saat ditemui di Tanjakan Cae, Kamis.

Kernet dan sopir bus turut menjadi korban jiwa dalma kecelakaan maut tersebut.

Baca juga: Kesaksian Tim SAR Sulit Evakuasi Korban Tewas ke-27 Kecelakaan Bus Padma, Terjepit Body Kendaraan

Korban Selamat: Semua Teriak Allahu Akbar

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved