Isu Kudeta Partai Demokrat
Jadi Kuasa Hukum Demokrat Kubu AHY, Bambang Widjojanto: Bukan Hanya karena Case-nya Bagus
Advokat Bambang Widjojanto memberikan keterangan sebagai pengacara Partai Demokrat pihak pendukung Ketua Umum terpilih 2020 Agus Harimurti Yudhoyono.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Rekarinta Vintoko
"Jadi dugaan saya, yang mula-mula didekati itu Gatot Nurmantyo."
"Dia menolak, mereka mencari figur lain dan dapat Pak Moeldoko."
"Kenapa terjadi? Ini kan kayak orang ramai-ramai cari tokoh," lanjutnya.
Baca juga: Jawaban Moeldoko saat Ditanya Mahfud MD soal Keterlibatan di Kudeta Demokrat: Itu Kan Urusan Saya
Baca juga: Tak Ingin jadi Kacang Lupa Kulit, Ruhut Sitompul Sedih Moeldoko Dituduh Demokrat: Jangan Halu KLB
Sebagai seorang ilmuwan, Salim Said pun berupaya menyelidiki keributan yang kini dialami Partai Demokrat.
Ia mengatakaan, SBY lah orang pertama yang melakukan kudeta.
"Nah saya selidiki, sebagai ilmuwan politik, saya menghubungi orang-orang itu," jelas Salim Said.
"Jawaban mereka, yang melakukan kudeta pertama adalah Pak SBY terhadap orang Demokrat dan menjadikan anaknya ketua partai."
"Ini ada persoalan, caranya menurut orang-orang yang bikin KLB. Caranya adalah dibikin tidak terjadi kontroversi lalu putranya Pak SBY jadi ketua partai," sambungnya.
Lebih lanjut, Salim Said menyoroti terpilihnya AHY jadi ketua umum Partai Demokrat, 2020 lalu.
Menurut Salim Said, terpilihnya AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat secara aklamasi tak bisa diterima sejumlah kader.
"Yang menarik berkali-kali Pak SBY mengkritik orang yang nepotisme mengangkat anaknya menjadi ketua partai menggantikan dirinya," jelas Salim Said.
"Jadi kata orang-orang itu 'Kita tidak pernah menduga Pak SBY mendorong anaknya yang masih muda itu'."
"Masih muda usianya, tentara pangkatnya Mayor, ketika partai lain yang sudah sukses semuanya jenderal."
"Itu juga faktor mengapa mereka kesal kok dipaksakan AHY menjadi ketua," tukasnya. (TribunWow.com/Brigitta/Tami)